PAPA’s FUNERAL

July 29th, 2008 by irmawidi

HARI SELASA, 15 JULI 2008 PUKUL 21.10 WIB TELAH BERPULANG KE RAHMATULLAH….PAPA KAMI TERSAYANG….H. AHMAD SUARDI SAUL….DI BANDUNG….

Jam 1 malam dengan dilepas para tetangga, jenazah papa dibawah dari rumah kami di Bandung ke rumah Depok. Karena memang papa akan dimakamkan di Depok, soalnya jauh2 hari papa & mama sudah menyiapkan sepetak kavling di dekat tanah wakaf milik komplek di Depok. Di daerah lemperes (KSU - jalan Pemda yg menuju Bogor)

Mama & beberapa sepupu gw menemani papa di ambulance. Perjalanan lancar, walaupun jam segitu Cipularang penuh dengan trailer & truk. Karena memakai jasa Vorijder (eh bener gak spellingnya?) dari PM.

Pukul 3.30 rombongan tiba di Depok. Gw langsung lemes tak bertenaga, aahhh…..ini bukan mimpi…hikz… menyambut kedatangan rombongan. Kami baringkan papa ditengah rumah. Gw buka wajahnya, tersenyum….damai sekali. Mukanya bersih seperti bercahaya….padahal belum dimandikan. Kata mama, mata & mulut papa menutup sendiri. Sesaat setelah ucapan terakhirnya…"Allah…." Allhamdulillah…….(semua tamu yg datang melayat papa dan menatap wajahnya pun selalu berkata, "Subhanallah……Bapak tersenyum")

Tak lama setelah tibanya rombongan, para tetua langsung berembuk, kapan mau dimakamkan. Banyak yg usul sebelum Dzuhur….dan itu langsung membuat gw mendelik. Dengan terisak-isak, gw menjelaskan bahwa Dini on the way pulang dan minta ditunggu. Beberapa orang langsung bilang "Nggak boleh begitu…bla..bla…."

Dan gw pun bertambah bete. Dengan dalih bahwa kedatangan Dini masih memungkinkan untuk ditunggu, karena masih dibawah 24 jam. Plus cerita bahwa Dini memohon dengan sangat bahwa dia minta ditunggu, akhirnya mama, Tedi & K’Vina yg tadinya pasrah dengan usul2 mereka itu mau mengikuti permohonan gw.

"Papa pasti mau ketemu Dini, lagian kalau memang mau dimakamkan tanpa Dini. Dini harus berikrar bahwa dia ikhlas." Tambah gw ’sedikit’ jutek. Gerombolan pemberi usul pun langsung terdiam. Akhirnya mereka pun menyiapkan plan B, yaitu pemakaman di malam hari. Mengkoordinir pemasangan lampu2 yg bakal diperlukan.

Kenapa gw begitu ngotot? Karena gw tahu pasti papa juga menginginkan demikian. Suatu hari on the way ke kantor papa pernah bilang "Mudah2an Dini gak jadi kuliah di Jepang, lama sekali (3 tahun). Mudah2an dia diterima di australi, enak deket. Bisa gampang pulang, kalo papa kenapa - kenapa" Saat itu perasaan gw dah gak enak. Percakapan itu berlangsung tahun lalu, sebelum papa jatuh sakit. Percakapan ini gw simpan sendiri, gak pernah gw ceritakan ke yang lain.

Jam 7 pagi, petugas yg akan memandikan papa sudah tiba. Dan langsung pengen beraksi. "Nantiii dulu….." teriak gw. Gw khawatir kalo buru2 dimandiin, nanti pasti ada desakan buat buru2 dimakamin. Memberitahu papa meninggal ke Dini aja gw gak sanggup. Apalagi melihat wajahnya yang bakalan sedih, kecewa bahkan (mungkin) shock kalo pas dia tiba di rumah dan papa sudah dimakamkan. Dengan berdalih bahwa sepupu2 gw yg cowok belum pada datang (padahal sudah ada beberapa orang yang datang), gw bilang tunggu sebentar lagi. Mama pun setuju.

Jam 11 akhirnya papa pun dimandikan, oleh 2 orang petugas plus kami bertiga (Gw, K’Vina & Tedi), sepupu gw Dang Aldi, Hendri, Andi dan Ogie. Sepupu2 gw yg cewek menangis karena dilarang memandikan. Tapi nanti sebelum wudhu, diperbolehkan memberi ’siraman’ terakhir. Mereka pun duduk menunggu di ruang tengah, menemani mama yg tidak sanggup menyaksikan dan duduk menangis membelakangi kami. Walaupun akhirnya mama juga ikut menyiram di saat2 terakhir…..hikz

Sekitar jam 2 lewat Dini menelpon, dia sudah mendarat di Denpasar….Alhamdulillah. Sekarang tinggal deg-degan menanti penerbangan ke Jakarta. Sementara saudara2 yg dari luar kota dan naik pesawat, semuanya mengalami delayed. Yg dari Bengkulu delayed 2 jam, yg dari Kalimantan delayed 3 jam. Tapi semua akhirnya tetap sempat ketemu papa. Karena kami menunggu Dini. Tapi yang dari Palembang malah sama sekali gak bisa berangkat. Karena gak dapat tiket. Seharian mereka nongkrong di airport menunggu ada yg membatalkan keberangkatannya. Tapi nihil. Salah satu sepupu papa akhirnya menyerah…dan berangkat dengan bus (dengan resiko gak ketemu lagi sama papa).

Sambil menunggu kedatangan Dini, gw selalu duduk di samping papa. Membuka wajah papa jika ada tamu, membaca yassin dan kadang2 memegang tangannya (yg sudah dibungkus kafan) seraya berbisik "Sabar ya Pa…..maaf bukannya ngelama-lamain…tapi Dini pasti pengen banget ketemu papa. Dan papa juga mau kan ketemu Dini" Papa memang tidak bisa lagi menjawab, tapi feeling gw beliau setuju. Beberapa sahabat2 gw yg datang menganjurkan buat tidur dulu barang sebentar (karena memegang kening gw yg katanya agak panas), gw tolak dengan halus. Kapan lagi bisa berdekatan dengan papa? K’vina juga melakukan hal yg sama, menemani papa. Sementara Tedi bolak balik menyambut tamu di depan. Karena dia yang lebih banyak mengenal teman2 papa.

Jam 19.30 Dini tiba, wajahnya pucat, sedih tapi tampak sedikit lega. Lega akhirnya bisa tiba di rumah tepat waktu dan masih bisa bertemu papa. Dia pun menangis, memeluk papa dan berkata "Maafin Dini Pa….Dini lama datangnya…maafin Dini pa…."

"Dini gak salah nak…Dini gak salah. Papa pasti senang Dini pulang" kata mama

Kami pun mencium papa buat terakhir kalinya sebelum kafannya ditutup. Dan setelah itu papa dibawa ke mesjid untuk dishalatkan dan kemudian dibawa ke pemakaman.

Di pemakaman sudah terang benderang (sebelumnya gw udah ngebayangin pake petromak) ternyata penerangannya menggunakan lampu neon yg disiapkan oleh Oom Karnadi salah seorang mantan pegawai papa….Alhamdulillah. Upacara pemakaman berlangsung lancar…..Tedi, Rommel, Dang Aldi & Olga yang mengantarkan papa ke liang lahat. Dan Tedi pun ber-adzan dengan suara terbata, melepas kepergian papa.

SELAMAT JALAN PAPA SAYANG……SAMPAI BERJUMPA LAGI

2 MINGGU KEMARIN

July 14th, 2008 by irmawidi
Dua minggu sebelumnya…..
Salah satu sohib gw sejak SMA,  yg namanya Yeni berulang tahun tgl 29 Juni kemaren. Gw & Uchank sudah punya niat terpendam untuk minta ditraktir sama ibu yg satu ini…..bukan kenapa2. Yeni (yg biasa kami panggil ting-ting….karena badannya yg (duluuu) mungil…hehehe) adalah orang yg super sibuk. Mau janjian ketemu aja, wiiih….susye banget.

Pekerjaannya sebagai safety supervisor (eh…bener kan itu jabatannya?) di sebuah perusahaan minyak asing menuntutnya bekerja mobile. Sampe gw kapok kalo nelpon dia pake HP (mending pake telpon ktr aja). Soalnya pernah….gw telpon.

"Di mana Ting?"
"Papua…"
Irma…*gubrakz*

"Lagi ngapain Ting?"
"Aku lagi di Rantau…Aceh"
Irma….*gubrakz lagi*

Begitu seterusnya…….

Walaupun sama2 di Jakarta, kita jarang banget bertemu (nggak seperti gw dan Uchank yg minimal 2 minggu sekali karaoke-an bareng) eh pernah siy papasan di Metro - PIM. Tapi gak diitung…karena cuma beberapa menit. Itupun pake acara kekerasan. Lha gw lagi sibuk ngaduk2 box kemeja…tiba2 ada yg nyubit gw. Langsung mau gw tabok dong! Huahaha…dasar ting-ting!! Untung jurus tabokan gw belum keluar.

Saking gak pernahnya dia ikut kopdaran baik di jakarta ataupun bandung. Uchank sudah sampai ke taraf  ‘patah arang’ untuk mengajak Ting2 ketemuan. Alasannya…."Gw sudah tak sanggup menerima penolakan"….hihihi…segitunya. Gw bilang aja…."Kalo sama Ting2…itu bukan ajakan, hanya sekedar pemberitahuan….ikut syukur, nggak ikut juga tak mengapa"

Sampai pada wiken di mana dia mau ultah, gw iseng sms bu ting2, "Wiken ke bandung?"

"Iya aku ke bandung, hari Rabu bisa ketemuan gak Ir? aku mau traktir makan." balas Yeni.

Waahhh…..so surprise!!! Langsung gw fwd ke Uchank….dan direply dengan "Gw lagi di Surabaya, tapi Rabu pagi balik ke Jakarta. Insya Allah bisa ikutan"

Okelah disepakatilah kami akan berjumpa di ABUBA Cipete…..walaupun kita (gw & uchank) ’sengaja’ datang telat…yg kata Uchank…."perlu dicatat dengan tinta emas….hihihi" karena Ting2 yg kudu nunggu kita berdua muncul (biasanya kebalikan)

Uchank mukanya masih tunduh…karena baru balik dari Surabaya….naik kereta yg reclining seatnya tak berfungsi pula…..hehehe

Tapi bela2in muncul……demi sepiring steak & serah terima bandeng asep titipan gw…..

Muka kenyaaaang!!!   

ABis mamam….ngapain lagi yaa??? Karaoke aja deh…….

Bertiga, nyanyi di suite room yg berkapasitas 20 orang….hehehe demi mendapat 3 mike jadi gak usah rebutan.

Oya….gw tak nampak di foto, cukup diwakili bandeng2 asep aja…..hehehe

Minggu kemaren, gw kembali ke ruang yg sama (berbekal voucher hasil nyanyi sebelumnya yg secara ikhlas dihibahkan oleh Uchank & Yeni ke gw)…kali ini sama anak2 konfrens…

 

DANIA & ADI, HENKY

ADA YG BEDA DALAM FOTO DI ATAS?

Tampak 1 orang belum pernah ikut kita karaoke sebelumnya?? Yaaa…benar, Fajar!!

Katanya bela2in nongol (setelah mengantar ASI buat Astrid) demi diktat incoterm yg gw janjikan….halah…..dan dia cuma asyik menonton kami berempat (gw, Henky, Dania & Adi) rebutan mike dan milih lagu. Minder ya Jar sama suara ‘merdu’ kami….huahaha

LAGU MERDU

July 8th, 2008 by irmawidi

Suatu hari, gw lagi di Bandung. Dan karena iseng gak jalan2 mending ke warnet, yg cuma 200 meter dari rumah. Mau ngecek MP, FS & facebook (addict banget ya…hihihi) mau baca komen di MPnya temen2. Khususnya MP Busur yg komennya ratusan sampe gak bisa lagi dibuka pake i.e di kantor, kudu pake mozilla. Dan Mozilla di PC kantor gw gak bisa dibuka (curcol mode ON)

Warnetnya tak berAC (tapi gak apa2 karena udara Bandung yg dingin), byk yg ngerokok pula tapi tak menyurutkan niatku untuk tetap ngenet. Langsung buka 5 windows, MP, FS, Fesbuk, Gmail & YM. Tapi YM sepiiii……..dikit banget yg onlen.

Sambil bolak balik buka window2 tersebut satu persatu, baca2, ninggalin komen, kirim2 makanan lewat facebook sampe mengunduh foto2 adik gw di Gmail buat di save di flesdis biar bisa dilihat Bokap & Nyokap dirumah. Telinga gw ‘dimanjakan’ oleh lagu2 yg putar oleh Warnet tersebut. Volumenya itu keras banget! Lagu2nya kebanyakan lagu2 anak band yg lagi ngetop sekarang, gak jauh2 deh sama lagu2 yg suka diputer di Gen FM…hehehe

Tapi ada satu lagu yg terus menerus diputar berulang-ulang…..sampe 10 X kayaknya. Lagunya sound familiar…tapi gak pernah gw denger di radio…

Dan karena salah satu ‘kelebihan’ gw (selain berat badan tentunya) adalah menghapal lagu2 easy listening (ya iyalah…namanya juga easy…hehehe)…maka tak terasa syair lagu tersebut pun merasuk ke dalam otak kecil gw….(eh bener gak letak memori itu di sana?)…dan langsung khatam deh sama lagu itu.

Dan pas dirumah…gw terus menggumamkan lagu tersebut…sepotong2….reffrainnya doang. Tiba2…gubrak gubruk….sepupu gw Indah & Anggi turun dari atas.

"Kak…jangan nyanyiin lagu itu!!!" kata Indah dengan mimik ketakutan.

Waaah….semengerikan itu kah suara gw?? *emosi*   "Kenapa emangnya?"

"Itu lagu buat manggil kuntilanak kak…..!!" sambung Anggi.

"Whaaat????" kata gw… "Kata siapa?"

"Itu lagunya Gaby yg mati bunuh diri kan kak? Katanya kalo dinyanyiin secara utuh Gabynya bakal datang dan muncul"

"Beneran? Kalo begitu, mariii…saya akan nyanyikan lagunya secara lengkap biar Gaby beneran datang. Udah hapal nih sama lagunya. Lagian kalo dia datang, kan bisa disambut sama Pinokio…..sekali2 pinokio kerja menyambut tamu" ucap gw jahil.

"Oooyyy..kak…jangaaaaaan" teriak keduanya bersamaan.

Tapi sejak saat itu, tuh anak 2 membuntuti gw ke mana pun pergi. Make sure bahwa gw gak akan nyanyiin lagi itu lagi…*sigh*

Dan hari Senin keesokan harinya (karena bolos kerja), gw nonton SILET di RCTI jam 11 siang. Ternyata mengupas tuntas lagu Gaby tersebut. Begini nih kisahnya…

Gaby adalah seorang siswi SMA, pada suatu hari pacar yg sangat dicintainya tewas karena kecelakaan di depan matanya. Setelah itu ia menciptakan Lagu Jauh tersebut yang merupakan curahan hatinya. Tak lama setelah lagu itu direkam…Gaby pun bunuh diri. Fact or Fiction kah? Entahlah…

Ini link-nya

LAGU MERDU

MY BIRTHDAY??

June 25th, 2008 by irmawidi

Bulan lalu, waktu pulang dari PS pas abis acara ketemuan sama seleb Jogja & perayaan ultah mbak Jacqo (baca: abis ditraktir mbak Jacqo maksudnya) flexy gw bunyi….ada SMS masuk…yang isinya..

"Mba Irma, met ulang tahun ya…all the best wishes deh " TUTUT (catatan: ini mbak Tutut teman FS gw, bukan Tutut Prasetyo alias Mimin)

Gw bengong….lha??? Ultah gw kan masih lamaaa………

Pas gw cerita ke Busur & mbak Jacqo, mereka sepakat…"Salah kirim kali ma…."

"Tapi ini nyebut nama-ku lho mbak…" jawab gw.

Walaupun akhirnya kita semua berkesimpulan, mbak Tutut salah kirim. Dan memang benar terbukti salah kirim…..karena keesokan harinya mbak Tutut mengklarifikasi….hehehe Dia tertukar sama Irma yang lain…(nama yg pasaran *sigh*)….but Thank You any way mbak Tutut…(tapi kasihan Irma yg beneran ultah…jadi telat diselametinnya…hihihi)

Waktu pun terus berlalu….sampai kemaren pagi (selasa 24 Juni 2008), matrix dudulz gw berbunyi…ada sms masuk..dari Windy..sohib gw sejak SMA, yg isinya…

"Ma, happy birthday ya! Better in every thing sist….start this day!"

Gw bengong lagi… waduh….orang kedua yg salah….*mulai takut*

Apakah ultah gw memang sudah bergeser berdasarkan sistem penanggalan baru? (btw..emang ada? hihihi…)

Tapi emang dasar jahil…gw reply aja…

"Amiin…makasih say, tapi ultah gw masih bulan depan"

masih kurang jahil? gw forward sms-nya ke Uchank..

"Chank ada yg lebih parah dari elo, ini sms dari windy : 

"Ma, happy birthday ya! Better in every thing sist….start this day!"

Catatan : Uchank sohib gw ini, memiliki ingatan yg pendek kalo soal ultah. Selalu tertuker-tuker…gw, Wini (teman kuliahnya) dan BBS (kecengan dia jaman SMA) jadi seringnya gw yg ultah, dia telepon ke Wini….ataupun nelepon gw pas ultah BBS (it means already 3 days late from my actual b’day!!) begitu yg terjadi hampir setiap tahun  *sigh*

Uchank pun langsung ngakak, dan seharian kemaren dia menggoda Windy dengan status YM-nya.

Hihihi….piss Windy….muuuahhh…… (aduh kalo dia ngambek, alamat batal kita liburan gretong ke Bintan nih Chank)

Ngomong2 soal Ultah gw yg datang ‘lebih awal’ ada cerita lain yg lebih heboh!!! (jadi keingetan lagi)

Begini….duluuuu…jaman gw masih kuliah, masih jamannya ngerjain temen yg ultah di radio. Nah….sohib2 gw (lela, Moulin, Ana, Isma, Irma dll) sepakat mengirim data2 gw ke radio prambors, dan berkat ‘orang dalam’ di radio itu (Fauzan Zaman senior kita), maka ceritanya ‘terpilihlah’ diriku buat dikerjain. Sibuklah sohib2 gw ini kongkalikong sama orang2 rumah (nyokap, adik2 gw, sepupu gw bahkan para pembokat gw) yang tentu saja diluar sepengetahuan gw. Gw jadi agak2 curiga sama mereka …..kok jadi rada aneh semua. Walaupun gw sempet sedikit berharap moga2 mereka bersekongkol mau bikin surprise party buat gw…*ngarep.com*….huahaha

Waktu terus berjalan….sampai ke H-1 Ultah gw…gw dapet telpon dari seorang cowok bersuara merdu…hehehe…(yg ternyata Ferdi Hassan)…pura2 nawarin gw buat jadi LO-nya Celine Dion yg (katanya) mau konser di Jakarta. Untuk itu gw akan dibayar 50 ribu perak!!! Halah…..*otak jahil gw dah mulai menyala-nyala* ini sepertinya tak mungkin.

1. Celine Dion tidak terdengar mau bikin konser di Jakarta

2. Bayarannya itu, emang gw cewek apaan dibayar segitu….hehehe

Tentu saja tawaran itu gw tolah MENTAH-MENTAH…..sampe si Ferdi-nya terdengar frustasi. Terus maksa2 gw menerima tawaran jadi LO itu…

Akhirnya Ferdi pun (setelah 5 menit) menyerah……dan ngaku….."Hallo Irma…selamat ulang tahun…bla…bla….." terus nyerocos sampe gw gak bisa nyela omongannya. Dan akhirnya gw pun jadi gak enak ati buat meralat kalo ultah gw sebenernya tuh besok…

Pas dibilangin itu dari Prambors, gw sempet gak percaya. Sampe Partok (sepupu gw) dan Susi Miranda (pembokat gw) bilang kalo mereka ngedengerin di radio….weleh…weleh….suara jutek gw terdengar se-Jakarta dong…hihihi

Btw…dimana yg lain?

Di saat yg sama, Nyokap plus Dini & tedi lagi ke pasaraya buat beli kado ultah gw. Dan di sana sempet2nya pula ketemu sama genk gw (lela, Moulin, Isma, Ana & Irma) yg juga punya maksud yg sama…beli kado. Sambil tak lupa Lela mengingatkan…"Jangan lupa ya tante, besok direkam….pokoknya seharian dengerin Prambors ya…"

Bagaimana akhirnya reaksi mereka saat tahu rencana ngerjain gw yg gagal?? gak usah dibahas deh…..gak tega…..hihihi

Pesan moral dari kisah ini:

BUAYA JANGAN DIKADALIN…..!!!!

BUKAN ASAM URAT *LEGA*

April 23rd, 2008 by irmawidi

Sejak hari sabtu, punggung dan tangan gw yg sebelah kiri terasa ngilu. Kenapa ya?

Masih berusaha bertahan, berharap ngilu ini akan hilang. Tanpa harus ke dokter….hehehe…maap ya buat teman2 dokter, gw emang jarang berobat ke dokter. Tapi ternyata sakit ini semakin menjadi-jadi. Setiap malem selalu kebangun sekitar jam 2 sampe jam 4 subuh, karena ngilunya semakin merajalela jam segitu. Nyokap gw sampe khawatir gw disantet…hihihi…secara sakitnya itu bertambah parah di malam hari.

Analisa gw adalah, ini asam urat (karena punya turunan sakit ini hikz…)  tapi perasaan gw gak makan yg aneh2 deh…

Jumat –> lunch ==>  nasi, sop, bakwan jagung, tempe mendoan sama tuna balado.  Dinnernya ==> nasi kuning, ayam panggang (Dini Ultah)

Sabtu –> breakfast ==> cheese cake  Lunch ==> Sushi   Dinner  ==> donat2 J.co

Nah…tiada yg ada di list penyebab asam urat kan??

Sampe akhirnya kemaren gw ke dokternya Bokap gw, dokter ini spesialis akupuntur. Nah beliau meriksa gw, megang punggung gw bentar sambil nanya2 ngilunya kayak gimana? terus kalo ngangkat beban ngilu juga gak dll. Terus abis itu pak dokter ngukur tensi darah gw, 100/70 rendah ternyata. Beliau sampe gak percaya dan ngulang tensi lagi, hasilnya tetap sama. Abis itu pak dokter terus ngomong gini…

"Begini ya mbak, pengobatannya ada 3 macam. Disuntik terus tambah obat, akupuntur terus tambah obat, sama minum obat aja. Nah…terserah maunya yg mana?"

Gw bengong, "Disuruh milih?"

"Iya, maunya pilih yang mana?"

Buset dah kayak Pilkada aja nih dokter. Mau pilih Da’i nomer 1, Amman nomer 2, dan Hade nomer 3. Emmm… kalo di pilkada jabar kemaren gw pilih nomer 3 yaitu Hade, sekarang pilih yg mana ya? *bingung*  "Yang efeknya paling cepet yang mana ya Dok?" tanya gw.

"Yang suntik tentu saja" jawab si dokter.

Suntik???  waahhh…serem juga. Terakhir kali gw disuntik tuh duluuu pas SD, suntik imunisasi apalah gitu. Tapi bila mengingat rasa ngilu yang tak tertahankan di malah hari, gw akhirnya memilih yang cepet sembuh aja. Mari sini silahkan suntik.

Sebelum disuntik, gw nanya ke pak dokter. "Ini sakit apa ya dok? asam urat?"

Dokternya cuma ketawa kecil, "Bukaan…ini salah posisi tangan aja pas tidur. Makanya kalo lagi tidur tangannya jangan suka begini.." Katanya sambil meragain gaya Aming extravaganza kalo lagi bilang capekk dehh…  

Haaahh??? benarkah gw suka ‘bergaya’ seperti itu di saat tidur?? meneketehe lah yaoo… tapi masuk akal juga siy, secara sakitnya bertambah parah saat gw tidur.

Akhirnya mulailah acara penyuntikan…..6 tusukan di punggung plus 2 tusukan di lengan kiri….hikzzz…SAKIIITTTTT!!!!!   Tapi abis itu ngilunya langsung lenyap…Horeeee

Tengkyu Dok…..

KISAH PERJALANAN 4 ORANG LELET (Bertemu bu Manager di KL)

March 27th, 2008 by irmawidi

Setibanya di Woodland, seluruh penumpang disuruh turun buat pemeriksaan Imigrasi. Gw kirain itu tapal batas masuk Malaysia, ternyata bukan. Masih imigrasi Singapura. Lama juga pemeriksaannya hampir 1 jam. Sampe disuruh cap jempol segala.

Selesai pemeriksaan kita pun disuruh balik ke kereta. Dan kereta terus berjalan, berhenti di Johor Bahru sebentar, tapi tidak ada tanda-tanda akan ada pemeriksaan Imigrasi Malaysia. Dan kereta pun melaju lagi. Uchank pun mulai kebingungan.

“Ma, nanti kita dikira pendatang haram lho? Kenapa paspor kita gak di cap masuk malaysia?” katanya.

“Tenang aja Chank, pasti nanti ada pemeriksaan imigrasi di KL sentral. Masak stasiun segede itu gak ada immigration check point. Secara Tanjong Pagar yg tuwir gitu aja ada.” Jawab gw cuek.

Uchank cuma diem aja, sambil tetap ngisi2 form imigrasi yg dikasih di Tanjong Pagar tadi.

Dsc04130

**

Waktu pun berlalu…dan Uchank pun tertidur dengan pulasnya. Sedangkan gw? boro2 tidur, kagak bisa tidur gara-gara ada dua orang nenek2 yg asyik ngerumpi di belakang gw dengan suara yg cukup keras. Bete!! Gw dah coba berdehem-dehem, sampe naik ke kursi sambil menatap mereka dengan tatapan sadis, tapi tetap saja mereka cuek bebek….hikz…

Jam 1 malam kereta berhenti, naiklah seorang bapak2 yg kemudian mengklaim kursi dibelakang gw yg diduduki oleh kedua nenek2 itu. Gw udah senaaaang banget! Akhirnya bisa terbebas dari kedua nenek tukang rumpi itu (karena emang terbukti mereka salah gerbong) tapi malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Seorang penumpang yg duduk di sebelah nenek2 itu membela dan membujuk si encik yg marah2 supaya mau pindah ke gerbong sebelah tempat duduk asli kedua nenek itu. Katanya “Encik sajelah yg pindah ke sane. Kasihan mereke”

Mendengar itu gw langsung mendelik ke arah orang itu, sayang dia tidak melihat. Akhirnya bapak2 itu beneran ngalah, dan duduk di gerbong sebelah. Gw pun langsung nyari kapas buat nyumpel kuping. Tapi ternyata gak mempan, suara mereka masih lantang terdengar. Mau ngedengerin lagu dari HP, HP gw dah low bat. Takut entar mati dan malah gak bisa dipake mengontak mpok Iya.

Jam 2 kejadian serupa terulang. Kali ini seorang mbak2, yg akhirnya juga ngalah sama tuh nenek2. Gw dah hopeless, pusing & pegel2. Akhirnya gw minum tolak angin aja plus nempel2in koyo di belakang leher biar ada kegiatan…hehehe

Akhirnya lepas jam 3 gw bisa tertidur, tapi gak pulas. Karena pada pukul 5 kurang (jam 4 kurang waktu Indo) Uchank tiba2 berkata dengan suara lantang, “Ketakutan terbesar gw adalah kita bakal ditolak masuk Malaysia. Salah2 malah bisa di deportasi!”

Gubrakzz…Busyet! Langsung bangun deh gw & gak bisa tidur lagi.

Sekitar jam 7 kurang (hari masih gelap) kita tlah tiba di KL sentral. Semuanya segera turun, daaann…..benar saja nyampe ke bawah langsung ada pintu keluar. There was no immigration checkpoint!!  Wak..wak…

Uchank semakin waspada, mulai mikir2 buat ke KBRI minta perlindungan. Gw menolak ide itu, salah2 kita dikira TKI gelap. Lagian wasting time banget. Secara waktu kita di KL pun gak banyak. Dideportasi mah urusan belakangan…hehehe

Walaupun gw & Dini sempat keliling stasiun juga, buat nyari kantor imigrasi dan hasilnya nihil. Akhirnya ketemu serombongan orang indo juga yg ‘senasib’ alias paspornya gak dicap. Pas mendengar cerita kita rombongan itu ikutan worried. Dan berminat mencari tahu ke information. Tapi buru2 kita cegah, karena takut beneran di tangkap huahaha…

Tak lama, gw dapet SMS dari mpok Iya. Yang isinya dia akan tiba dalam waktu 7 menit lagi. Tunggu gw di pintu Hilton katanya. Oke…gw pun ke depan. Meninggalkan 2 rombongan turis yg sedang gundah gulana takut di deportasi…hehehe

Dan tak lama gw berdiri di depan pintu Hilton munculah sosok Mpok Iya….akhirnyaaaa…kita bisa ketemu juga di dunia nyata. Setelah sekian lama hanya saling memandangi foto dan cela-celaan di blog…senangnyaaaa….

Setelah sempat beberapa lama menunggu Masio (temannya Uchank dari Port Klang) yg tak kunjung tiba dan akhirnya memilih bertemu di KLCC aja…..gubrakzz.  Akhirnya kita segera meluncur ke apato-nya mpok Iya. Deket banget dari KL Sentral, karena emang apatonya ada di tengah kota. Di sana langsung deh semua numpang ngecharge semua peralatan elektronik. Baik HP maupun kamera…hehehe Antri kamar mandi, sampe mamam sarapan yg disiapin Mpok Iya. Aneka nugget, French fries, sampe dendeng Aceh yg enak & gurih….nyam…nyam…Terima Kasih ya Mpok…..

Dsc04135

Dsc_0005

**

Setelah semuanya beres, kita pun begegas memulai perjalan tour. Pertama menuju outlet2 buat belanja, abis itu foto2 di lokasi membuat yg menara Petronas terlihat ‘utuh’.

Dsc04152

**

Dan kemudian ke KLCC buat foto2 dan belanja…hehehe Semua ngotot pengen ke toko vincci, tapi emang penuh banget (sama orang2 indo) sampe pusing deh. Walaupun begitu gw tetap ‘memaksakan’ diri buat beli. Kapan lagi bisa dapet harga semurah itu. Yang kalo dikurs-in ke IDR hanya puluhan ribu hingga maksimal pek go. Di sini gw beli 3 pasang, 1 buat gw, 1 buat Lonna & 1 buat Inot (adiknya Lonna). Itu pun dengan bersusah payah menahan keringat dingin (gw agak2 Phobia ditengah kerumunan)

Kemudian, Rova pun tiba. Rova ini teman SMA gw & Uchank, yg sekarang sudah menikah (dengan orang Malaysia) dan menetap di KL. Wah udah lama banget gak ketemu Rova. Kemudian muncul Masio, teman Uchank di innet. Rombongan pun lengkap. Untuk merayakan marilah kita makan2 di food court….hehehe

Dsc_0095

**

Uchank sempet curhat soal insiden tidak dicapnya paspor kita ke Rova, dan Rova sempet ngusulin ke KLIA aja buat minta cap…hehehe. Tapi selidik punya selidik, ternyata di kopekan kertas Imigrasi yg belum disobek (kalo kata Iya, Malaysia sudah tidak mempergunakan kartu ini lagi) ada sebuah cap kecil bertuliskan Tanjong Pagar. Rova pun menghibur Uchank kalo cap ini cukup.

Di foodcourt, atas rekomendasi Uchank gw pesen laksa asam. Beneran enak…nyam..nyam….sambil mamam kita dikasih gantungan kunci (masing2 6 buah) dari Rova…Makasih ya….

Habis mamam, anak2 ngajakin beli souvenir ke pasar seni. Gw agak2 males ikutan. Akhirnya kita pun berpisah rombongan. Uchank, Ela, Dini & Rova naik kereta Masio menuju Pasar Seni. Sementara gw & Mpok Iya pengen jalan2 nyari belanjaan yg lain…hehehe

Sebelumnya gw nganterin mpok Iya beli Roti Boy, yg ternyata kalo di KL banyak variant-nya. Gak cuma satu jenis kayak yg di Jakarta. Sempet kaget gitu gw…hehehe norse yak! Habis itu kita pun pergi ke Sogo yg lagi big Sale!! Nyam…nyam…(lho? Hehehe…) ternyataaaa……vincci di sini lebih banyak modelnya!! Dan tanpa sadar (mancari alibi) gw pun membeli 5 pasang lagi. Kali ini buat gw & Dini. Jadi totalnya beli 8 pasang. Terus kita muter2, sempet jatuh cinta sama dompet  berwarna maroon. Tapi setelah ditimbang dan dipikir, sebaiknya gak usah beli. Secara dompet gw masih sangat layak pakai. Walaupun sempet ‘diracunin’ sama Iya. “Udah ma, beli aja! Entar elo gak bisa tidur terbayang-bayang terus sama dompet itu.” Dan gw tetap keukeuh tak bergeming. (Walaupun belakangan gw menyesal gak jadi beli dompet itu….hikz..hikz…sesal kemudian memang tak berguna. Dan setahu gw model yg itu belum pernah gw lihat di Jakata)

Setelah nyampe mobil, baru gw bingung, gimana bawa sepatunya nanti ya? Kardusnya sayang kalo dibuang. Dibawa sama kardusnya pasti tak muat. “Bongkar aja kardusnya!” kata Iya…bener juga ya.

Sepanjang sore gw di KL  hujan turun dengan derasnya, jadi kita cuma bisa muter2 di tanpa bisa turun untuk foto2. Iya nantangin siy,”Elo gak mau basah2an?” katanya. Ya abis pegimane, gw hanya bawa 1 jeans & 2 celana piyama. Gak lucu pan kalo jeans gw basah terus gw lanjut jalan2 pake piyama….hehehe

Sampe akhirnya kita mampir ke tempat makan ‘idaman’ gw, SATE KAJANG!!!

Dsc04161

Selama ini hanya bisa ngiler di blog aja memandangi bentuk2 sate kajang. Sekarang gw bisa makan secara langsung! Di daftar menu tersedia sate daging (sapi), kambing, arnab (kelinci) dan rusa. Kita pesan semuanya masing2 5 tusuk, jadi totalnya 20 tusuk. Ditambah 2 piring nasi impit (lontong). Emang enak lho satenya, gurih dan manis gitu rasanya. Walaupun akhirnya, gw yg makan 15 tusuk dan Iya 5 tusuk. Sementara Dini cuma icip2 doang. Hehehe…harap maklum

Selama perjalan ke KL ini terkuaklah sebuah fakta, bahwa Mpok Iya walaupun doyan makan ternyata bukan pemakan segala seperti gw…hehehe. Banyak list yg dia gak doyan. “Gw gak doyan makan lidah, jeroan, sampe laksa asam” katanya…weleh…weleh…ternyata masih lebih heboh Busur dong dalam hal mamam, walaupun porsinya mini…hehehe

Tak lama rombongan yg abis dari pasar seni pun tiba dan ikut mamam. Tapi lagi2 rombongan berpisah, karena mereka mau ke big valley (mall). Sementara gw, Iya & Dini menunggu Harry yg mau nyusul ke sate kajang. Selepas dari sate kajang, kita nyempetin ke istana raja. Foto2 walaupun dah gelap…lumayanlah.

“Sudah telat nih…” Kata Harry mengingatkan kami yg masih asyik2 motrek, bener saja jam sudah menunjukkan pukul 8 lewat 10. Walaupun deket, tapi kalo macet gimana? Akhirnya kita pun bergegas menuju stasiun. Sementara rombongan yg big valley ternyata masih belum sampe juga ke KL sentral.

Di stasiun, gw packing ulang belanjaan gw. Membongkar kardus2, mengumpulkan & membungkus sepatu2 ke dalam wadah plastik (biar gak mencurigakan pihak customs). Bener2 gerak cepet, tak lama munculah rombongan yg abis dari big valley dengan terengah-engah. Mereka akhirnya naik taksi karena gak dapet kereta dari sana.

Kemudian muncul lagi Iya (yg sebelumnya ngilang sebentar) seraya menyodorkan sebuah bungkusan ke arah gw….waahhh…dua kotak coklat sodara2….Waduh jadi nggak enak banget nih gw. Udah ngerepotin, bawa oleh2nya minim dan pulangnya masih disanguin coklat & roti2 pula…Terima Kasih banyak ya Iya….

Dsc04220

****

Dengan setengah berlari kita bergegas menuju peron kereta, masuk ke dalam, dan foto2 lagi….hehehe (tetap harus kudu foto2 judule…)

Dsc_0242

*****

Sampe akhirnya hampir jam 9. Iya & Masio pun pamit pulang…..Terima Kasih ya Sist…for the hospitality.

Dsc_0248

Mengesankan sekali di KL, walaupun hanya sebentar. Sehari di KL yg tak terlupakan…..

*****

PS : Kita selamat & tidak di deportasi….hehehe

KISAH PERJALANAN 2 ORANG LELET (di Singapore)

March 25th, 2008 by irmawidi

Ternyata di depan kita sodara-sodara, antrian panjang imigrasi sudah menanti. Waduh kok padet banget ya? Dari luar aja udah dibatasin yg boleh masuk. Pas di dalam, ngantrinya melingker-lingker gitu kayak di dufan. Bujud…kapan selesainya nih. Mana gw bete telpon gw useless, gak boleh melakukan hobi gw pula (foto2) yang ada gw dan uchank ngobrol2 ngalur ngidul aja. Dari mulai yg semangat sampe akhirnya setelah lewat 1 jam, kita dah kehabisan energi. Akhirnya diem-dieman aja, sambil sesekali nyeletuk…mana gw kelaperan pula. Belum mamam, cuma makan toast doang tadi sore. Setengah mati Uchank membujuk gw buat makan pisang goreng isi yg dibawa jauh2 dari Indo. Tapi gw tak berminat, gara2 sebelumnya Uchank cerita kalo proses pemasakannya menyalahi SOP. Takutnya gak well done, dan kalo gitu perut gw bisa murus-murus. (Gw alergi makan pisang yg gak dimasak terlebih dahulu ataupun yg dimasak tapi gak well done)

Akhirnya jam 11.00 waktu S’pore kami berdua berhasil melewati imigrasi & customs. Fiuuhh…..akhirnya. Dan di depan tampak Lusi sudah menjemput kami sambil membawa kantong belanjaan….hehehe..saking lamanya dia menunggu (dari jam 9) makanya dia muter2 dulu di vivo city dan sempet beli T-shirt.

Mau ke mana ya?? “Makan..!!!” teriak gw. Ya udah, yg malem2 gini masih buka paling juga McD (bosen ah) atawa ke Mustafa aja, usul Lusi. Karena Mustafa buka 24 jam, ada penitipan koper plus ada CHEESE PRATA…..hehehe

Di Mustafa kita mampir ke resto Mohamed (lupa nama panjangnya) yg di samping kiri Mustafa Center. Gw langsung pesen cheese prata & mutton curry, uchank mesen prata & vegetable set, Lusi mesen masala.

Dsc04083

Abis mamam, belanja sebentar. Beli magnet kulkas pesanan Lela sohib gw dan coklat buat orang2 rumah. Lumayan murah. Habis itu kita balik naik Taxi menuju Holland Village karena MRT sudah berhenti beroperasi di atas jam 12.30 am.

Jam 1 lewat kita tiba di apato Lusi. Apatonya ada di daerah yg namanya Holland Village, termasuk kawasan expatriat. Yang gak jauh dari kantornya di Biopolis. Lusi adalah seorang peneliti. Baru 2 bulan dia kerja di sana setelah sebelumnya menyelesaikan jenjang S-3 di Germany.

Apato-nya Lusi sangat cozy dan cukup luas (2 kamar). Tapi kapasitas tempat tidurnya emang cuma 2 mini single bed plus satu sofa. Jadi emang pas hanya menampung maksimal 2 tamu. (kecuali kalo punya kasur Palembang or karpet hehehe…) Gw kebagian bobok di kamar sedangkan Uchank memilih bobok di sofa.

Abis cuci muka dll (plus ngobrol2) jam 2 kita pun bobok. Tapi gw (seperti biasa) susah banget menyesuaikan diri kalo pindah bobok. Yang ada gw malah sibuk ngecharge HP flexi gw, sambil merhatiin signalnya yg ada 1 bar. Iseng2 gw telepon ke Indo, tapi bunyinya cuma tuu…laaa…liiit… hiks…hiks..

Besok paginya, jam 8 gw dah bangun, terus mandi. Katanya kita mau jalan jam 9. Tapi emang dasar ambisius, udah hampi jam 9 si Uchank aja belum bangun. Abis mandi gw bangunin dia…”Ooiii…..bangun! katanya mau jalan2” Akhirnya Uchank pun bangun. Sementara Lusi sibuk di dapur bikinin kita green tea. Terus nawarin mau dibikinin apa buat sarapan. Kita langsung menolak dengan halus, wong salah satu tujuan kita ke Sin adala wisata boga, jadi mendingan jajan aja….hehehe

Dsc04086

Setelah beres semua, kita pun memulai perjalanan. Kebetulan hari Jumat kemaren di Sin juga National Holiday (paskah), jadi Lusi bisa ikut nganterin kita jalan2. Pertama kita cari brunch dulu (dah lewat jam 10 soale), akhirnya pilihan jatuh pada sea food Laksa.

Dsc04091

S

Sehabis Brunch,  kita langsung menuju ke Orchard naik bus. Turun di deket Lucky Plaza,  jalan2 bentar terus  beli kaos yg lagi Sale di Giordano. Murah banget hanya $ 5! Walhasil baru 15 menit nyampe Orchard kita dah bawa gembolan. Abis itu kita nyebrang ke arah wisma Atria. Beli es krim di opa2…hehehe Uchang & Lusi beli yg rasa duren. Sedangkan gw beli yg red bean. Mamam es krim sambil jalan, pas es krim gw abis kok mendadak atit peyut…hiks…akhirnya kita pergi ke Nge An deket tokonya Busur & pupup-lah gw di sana…hehehe (maap jorse)

Setelah lega..kita pun kembali melanjutkan perjalanan. Tapi laper…! Cari mamam lagi yuk. Akhirnya kita sepakat lunch di sushi tei  Paragon. (padahal di Jakarta juga ada, lebih murah lagi!). Tapi gw bete deh, sushi salmon idola gw (yg blue plate, murah meriah) gak kunjung lewat. Akhirnya gw makan takoyaki sampe 2 piring. Kita pun menyerah dan order sama waitress-nya. Akhirnyaaa…..dapet juga salmonnya. Tapi dah sebel bercampur pucing gara2 sebelumnya dah kelamaan nunggu tuh piring lewat di sushi bar.

Abis mamam, pas keluar….ujan gede ternyata. Oalah….bete deh! Agenda kita  berikutnya adalah menjemput Ela & Dini di Harbour Front. Ngajakin Uchank nyari tempat shalat dulu di Orchard, tapi Uchank keukeuh mau shalat di Vivo City aja. Ya sutrah..daripada telat jemput Dini & Ela. Disepakatilah bahwa kita akan shalat di Vivo. Secara jam juga sudah menunjukkan pukul 4 sore.

Nyampe di Harbour Front ternyata Dini & Ela belum sandar. Maka gw dan Uchank nyari tempat shalat dulu. Nanya ke informasi ternyata di sana gak ada praying room, yg ada mesjid beberapa blok dari situ. Ya sudah kita keluar nyari tuh mesjid. Tapi dah 15 menit jalan, tapi tuh mesjid tak juga nampak. Akhirnya kita sepakat balik ke Vivo dan mau shalat di deket toilet aja.  Akhirnya siy gw shalat di nursery di deket toilet yg kebetulan lagi kosong. Tapi jadi agak2 gak konsen shalatnya gara2 ada babby beserta ibunya yg pengen make nursery itu (tempatnya kecil banget cuma muat satu orang). Walhasil begitu gw selesai, Uchank memilih shalat di lorong luar toilet aja. (kangen Indo kalo sudah begini…hiks)

Sekitar jam 5 lewat, akhirnya Dini & Ela tiba. Kita ajak makan dulu, kudu nyari nasi hehehe…secara malamnya kita mesti naik kereta api menuju KL. Takut gak keburu makan lagi. Kita pun makan di food court halal di dalam harbour front.  Soalnya Dini & Ela mau ke merlion dulu buat foto2. Sesudah makan gw & Uchank patungan membeli nomer telepon StarHub yg bisa dipake roaming di Malaysia. Masukin nomernya ke HP gw, dan menyingkirkan si kartu matrix useless itu…huuuhhh….*buang muka* sementara HP Uchank tetap stand by buat menerima SMS tapi dah gak bisa dipake karena kehabisan pulsa. Udah minta dikirim pulsa dari Indo tapi ternyata kok nggak nyampe2.

Segeralah kita naik MRT menuju Marina buat foto2 di merlion, ternyata kelewatan…hehehe kita malah turun di marina bay instead of Raffles Place. Pantesan pas keluar stasiun kok malah ngelihat container. Sampe2 gw dan Uchank de ja vu, jangan2 kita ada di tanjung Priok…huahahaha…

Akhirnya dengan susah payah (hiperbola mode ON) kami tiba juga di Merlion park. View senjanya emang okeh banget. Langsung deh semua sibuk motrek. Dan di sana banyak sekali rekan sebangsa & setanah air Indonesia tercinta…hehehe

Dsc04118

Keasyikan motrek2 gak kerasa dah jam setengah delapan! Sementara kereta kita akan bertolak jam sembilan. Keburukah? Langsung deh kita semua lari tunggang langgang mencari taksi, lupakan MRT! Karena berlima jadi kudu naik 2 taksi.

Sampe di rumah Lusi jam 8 lewat 5, langsung kita semua packing. Antri toilet, cuci muka dll. Terus dapet reply SMS dari mpok Iya, yang isinya mengingatkan kalo di kereta gak ada jualan makanan dan minuman. Wah gawat dong, secara kita dah gak sempat belanja ke supermarket. Wah…gimana ya?  Sambil mikir2 gw sempetin cuci muka (pake blossom…hehehe) dan pas gw keluar kamar mandi gw heran Uchank udah menenteng koper gw dan menyuruh gw memasukkan semua sisa barang ke dalam travel bag.

"Lho? kan kopernya mau gw tinggal di sini" kata gw heran.

"Takut gak sempet balik lagi ke sini sepulang dari KL. Jadi mending dibawa semua aja barang2 elo" jawab Uchank.

Buset dah, mampus gw! Mesti nyeret2 koper & travel bag. Tapi tidak ada waktu berdebat. Dengan langkah gontai gw bawa koper & travel bag gw keluar apartemen menuju lift. Jam sudah menunjukkan pukul 8.20 pm. Segera kita stop taxi, pamitan sama Lusi dan segera meluncur menuju Tanjong Pagar stasiun. Semua berdo’a semoga gak ketinggalan kereta.

Kita mohon2 sama uncle sopir taksinya supaya ngebut, secara nyaris ketinggalan kereta. beneran ngebut sih unclenya. Walaupun masih dalam speed limit yg ditentukan.

Jam 9 kurang seperempat sampelah kami di Tanjong Pagar. Buru2 pada lari tunggang langgang lagi. Stasiunnya tuwir, mirip2 stasiun Jakarta-Kota cuma kelihatan lebih bersih aja. Gw buru2 beli air mineral & susu coklat. Dini beli roti.

Kemudian kami segera menuju antrian, yg tulisannya Malaysia Imigration. Lumayan lama antrinya, sampe jam setengah 10 pun itu antrian belum beres. Di loketnya paspor kita gak di cap, cuma dikasih kopekan kertas imigrasi yg biasa. Yaaa….akhirnya nyampe juga kita di gerbong. Baru duduk, belum naro koper kereta kita dah jalan…gleek….nyaris saja!

KISAH PERJALANAN 2 ORANG LELET ( Perjalanan dimulai) Bagian 2

March 25th, 2008 by irmawidi

"Ma, pesawat kita jam 2. Kita harus nyampe sana 1 jam sebelumnya. Jangan telat! Terus kalo bisa gak usah bawa koper, repot! Pake travel bag aja. Terus mau naik apa ke airport? Taxi? Damri? apa ada yg mau nganterin?" Demikianlah segala arahan & usulan Uchank sebelum kami berangkat.

Semuanya gw setuju, kecuali larangan membawa koper. Irma & koper tak terpisahkan selama bepergian. Bahkan pas Raker Senat jaman kuliah dulu aja, gw diledekin teman2 gara-gara dengan cueknya nenteng koper naik tronton…hehehe

Soal ke airportnya naik apa, gw usulin kita naik damri aja. Supaya lebih menghayati peran sebagai turis backpackers (wanna be…hehehe ). "Ya udah, kalo gitu jam setengah sebelas kita udah harus stand by di Pasar Minggu" jawab Uchank. (Dini & Ela baru berangkat keesokan harinya / Jumat)

Malam Kamis, gw masih nyante2. "Kok gak packing?" kata Dini adik gw. "Besok aja, belum mood" kata gw cuek. Weleh…weleh….namun demikian gw tetap ngambil koper dari lemari penyimpanan tapi cuma gw cuekin aja tuh koper di pojokan kamar.

Besok paginya jam sembilan kamar gw digedor-gedor "Woooiii…bangun! Kesiangan lu..udah jam berapa nih!" Teriak Tedi dari balik pintu…oalah kesiangan dakyu, dari target bangun jam setengah sembilan. Yak…langsung buka lemari ngumpulin & masukin baju, underwear, toiletries sampe travel bag ke dalam koper (hehehe….gw sengaja masukin travel bag ke dalam koper, sebagai serep kalo ternyata pulangnya koper gw harus ‘beranak’)

Abis packing, terus mandi jam sebelas kurang baru selesai. Bagaimana nasib Uchank? Tiba2 dia nelpon gw, "Ma, udah di mana?"

"Eeemmm…baru mau jalan" Jawab gw sedikit ragu2. Maklum janjian setengah sebelas, ini dah hampir jam 11 gw masih di rumah. Dan dari rumah gw ke Pasar minggu memakan waktu 45 menit!

"Ooo…gitu, syukurlah! gw juga masih di rumah baru mau jalan" kata uchank kalem…..GUBRAAAKKZZZZ

Akhirnya janjian dirubah, kita mau pindah naik damri yg dari blok M aja. Ke Blok M-nya dianter sama Tedi yg kebetulan ada janji lunch sama temennya di daerah kebayoran baru. Dan kita akan jemput Uchank di halte RS Tria Dipa Pancoran (tak jauh dari kosnya).

Singkat cerita, sampailah kami ditempat Uchank menunggu. Dan saat itu jam sudah menunjukkan pukul dua belas kurang seperapat! Gw dan Uchank sama2 tinggal nyengir doang. Ya sudah, naik taksi aja kali daripada mesti ke blok M lagi. Tinggal deh Tedi & Lonna terkikik geli, "Payaah…katanya mau jadi backpackers. Kok masih naik taksi juga" kata mereka. Ya abis gimana, daripada ketinggalan pesawat! Akhirnya kita berdua turun di depan LIPI buat nyegat taksi, sementara Tedi & Lonna melanjutkan perjalanan ke rumah Yusuf.

Karena emang gak macet jam setengah 1, kita dah nyampe Soekarno-Hatta. Tapii…laper! Mamam dulu yuk…(secara di pesawat gak bakal dapet makan, kecuali beli) akhirnya kita parkir dulu di AW. Mamam sambil nunggu kakaknya Lusi yg mau nitip2. Tak lama kita mamam, kakaknya Lusi pun muncul dan acara serah terima titiTan pun berlangsung.

Jam setengah 2 kita pun masuk buat check in, sepiii banget. Di counter mandala gak ada yg ngantri. "Kok sepi banget mbak?" tanya Uchank basa-basi.

"Semua penumpang sudah sudah check in mbak. Pesawatnya 25 menit lagi boarding" jawab si mbak sambil ngasih boarding pass kami….hihihi Dengan langkah sedikit tergesa, kami berdua berjalan menuju ruang tunggu, sambil cekikikan…Pas nyampe, bener banget udah penuh! sampe kita berdua pun nyaris gak dapet kursi. Iseng2 kita lihat2 boarding pass…ternyata kita berdua duduknya misah! gw di 7 E, sementara uchank di 6 B. Oalah…siaul! Kok si mbak nggak bilang2. Sutralah….

Pas masuk pesawat pun kita nyante2 aja, males berdesak-desakan. Toh sudah dapet nomer kursi, emangnya AA yg kudu lari biar dapet kursi! Kita berdua malah sengaja foto2 dulu di bawah pesawat. Emang dasar banci foto. Nyampe di kursi pun tetap gw foto lagi..

Saat jam sudah menunjukkan pukul 14.20 ada pengumuman dari pramugari, kirain mau ngasih announcement yg biasa, ternyata gini pengumumannya:

"Para penumpang yg terhormat, pesawat ini akan mengalami keterlambatan, dikarenakan kami masih mencari penumpang yg hilang setelah check in"…..gw bengong….yg lain pun kaget. Malah sayup2 terdengar ada penumpang yg usul buat ngadu ke komnas HAM….huahaha pengumuman yg aneh. Ibu yg duduk di sebelah gw (tampak difoto) malah usul ke gw, "Nanti kita sorakin yuk mbak, kalo penumpangnya datang"

10 menit kemudian munculah rombongan sirkus yg telah membuat pesawat kita delayed. Penumpang yg lain langsung bisik2 sebel, termasuk gw yg mencoba menahan cekikikan gara2 si ibu beneran mau nyorakin (walaupun akhirnya gak jadi)

Selepas take off, Uchank pun pamit, "Ma, C U in Batam" dan tertidurlah dia dengan pulasnya. Sementara gw berusaha memejamkan mata, tapi selalu gagal tidur karena ciciripit yg di duduk depan gw yg berisik terus.

Sesampainya di Batam, gw & Uchank tetap ’setia’ pada prinsip kita berdua. Pantang berdesak-desakan…hehehe paling belakangan keluar pesawat, plus foto2 dulu di sepanjang jalan menuju bagage claim, sambil mengaktifkan flexi combo gw (yg katanya bisa dipake sampe Sin).

Walhasil setengah 5 baru kita keluar dari gate, terus masih nyempetin foto2 lagi..

Jam 5 baru nyampe Batam International Ferry Terminal, dan karena asyik nontonin orang yg ngerubutin papan iklan Indosat (gw kira lagi bagi2 hadiah) gak tahunya lagi bagi2 pasport, maklum rombongan tour….hihihi Kita akhirnya keabisan tiket feri yg setengah 6. Dapet lagi tiket Batam Fast (sesuai usul Harmok, tapi karena emang jatahnya dari Mandala emang itu) yg jam setengah 7. Oalah….masiy lama yeee…!

Akhirnya kita putuskan buat ngeteh di kedai kaya toast,  minum teh C’peng dan toast srikaya. Uchank nambah mesen baso ikan.

Dan akhirnya sampailah saat untuk menyeberang,

Dsc04075

Alhamdulilah…ombaknya gak cihuy! Gw masih sibuk telpon2 & sms ke rumah selama di atas ferry. Sambil ngutak ngatik flexi combo gw yg udah ganti jadi nomer batam, tapi gak bisa nerima fwd-an dari nomer jakarta gw. Walhasil gw sibuk bolak balik nelpon 147, tanpa menghasilkan solusi. Dan begitu ferry merapat di Harbour front, malapetaka lain pun terjadilah! Matrix gw kehilangan signal, Emergency calls only katanya. Padahal sebelum pergi gw udah nanya ke temen gw Alfons (pegawai indosat) yg bilang kalo matrix otomatis bisa roaming internasional tanpa harus daftar ini itu. Hikzzz….

Uchank yg pake IM3 berhasil roaming ke starhub (operator S’pore), sementara gw memegang kedua HP gw dengan geram. Yang satu nomer Batam (which is no one know), yg satu kehilangan signal. Si flexi emang masih ada signalnya, tapi baterenya dah tinggal 1 strip. Buru2 gw coba telpon ke rumah. Nyambung! Gw bilang…matrix gw dah tewas, coba kalo mau hubungi gw ke flexi aja. Dan bluupp, flexi pun tewas menyusul matrix karena kehabisan batere. Keseeeeellll……..orang yg pertama mau gw complain adalah Alfons! langsung gw minta tolong Uchank SMS dosq (Alfons tuh temen SMA kita, jadi Uchank juga kenal). Yang isinya..

"Alfons, Irma sedang gundah gulana. Matrixnya gak dapet signal di singapore. Kata dia, elo bilang kartunya bisa roaming international"

Dijawab sama Alfons

"Mestinya bisa, coba deh setting networknya dibikin automatic. Mestinya sih otomatis bisa"

Gak menyelesaikan masalah….hikz…hikz…hikzz

Kisah Perjalanan 2 orang lelet (persiapan)

March 23rd, 2008 by irmawidi

Di bulan Maret ada long week end yg bukan Harpitnas, alias libur bablas! Sayang banget pan kalo tidak dimanfaatkan. Maka sibuklah gw ajak sana sini buat liburan bareng, banyak siy yg berminat, dengan catatan gw bayarin…huuuuhh emangnya ane konglomerat!

Akhirnya gayung bersambut …(emangnya mandi…hehehe) Uchank sohib gw juga sedang sibuk mencari partner liburan. Akhirnya dimulailah proses perencanaan. Dari mulai maju mundur gara2 harga tiket pesawat yg melambung gara2 long week end dianggap peak season sampe hotel yg selalu gagal di booking karena sudah penuh. Tujuan kita sebetulnya gak jauh kok, ke Singapore. Tapi seperti biasa deh, Sin emang selalu jadi DTW (daerah tujuan wisata) bagi orang2 Indonesia saat long week end.

Akhirnya suatu hari Uchank PM gw, yg isinya memberitahukan kalo kita dah dapet tempat menginap di Sin. Apato-nya Lusi (temen kuliah Uchank di Biologi-ITB). So amanlah kita, maka mulailah proses booking membooking tiket. Dari mulai pilah pilih airline (untung gak booking Adam air), sampe berdebat mau direct to Changi apa mau lewat Batam aja (demi menghemat fiscal). Sampe jam keberangkatan, gw gak mau terlalu pagi karena takut kesiangan.

Setelah mempertimbangkan untung ruginya, maka diputuskanlah kita naik mandala menuju Batam hari Kamis jam 14.20 (walaupun tiketnya seharga paket jkt-sin by Garuda di saat tidak peak season). Dengan pertimbangan harganya paling murah diantara airline2 lain, pesawatnya baru (airbus) dan dikasih tiket feri PP Batam-Sin gretong (walaupun yg ini tahunya belakangan..hehehe) lumayan, menghemat 300 ribu. Sambil cari pengalaman juga siy, secara gw belum pernah lewat Batam sebelumnya.

Walaupun gw sempet jiper juga gara2 dinasehatin sama Harmok, “Jgn nyebrang kesorean, ombaknya lagi cihuy!” Pas nyokap nanya2 moda transportasi gw, gw cerita-inlah plus bagian ombak cihuy itu. Murkalah nyokap hehehe…”Jangan gara2 menghemat 500ribu buat fiscal lantas mau membahayakan nyawa!!” Gw cuma nyengir kuda doang, walaupun deg-degan.

Setelah tiket & tempat nginep kami sudah confirm, ada sedikit perubahan rencana. Ada tambahan 2 peserta baru yg akan bergabung hari Jumatnya, yaitu Ela & Dini (temen kerja Uchank dulu waktu masih di Samudera Indonesia). Perubahan itu membuat apato-nya Lusi menjadi tidak confirm lagi. Karena kapasitasnya hanya mampu menampung 3 orang, dan tak cukup buat 5 orang. Diputuskah untuk membooking hotel untuk hari Jumat (kamisnya gw & uchank stay at Lusi’s). Dan ternyata itu tak mudah, karena waktunya sudah mepet. Walhasil setiap hari Uchank (selaku EO) sibuk browsing sana sini nyari kamar kosong & hasilnya nihil!

Akhirnya gw dengan isengnya (karena abis baca buku Traveler’s tale) bilang ke Uchank begini, “Ya udah, kita bikin plan B aja. Kalo emang gak dapet hotel, kita pergi ke KL aja. Naik bis atawa kereta, berangkat malem dari Sin nyampe KL-nya pagi. Jadi kita boboknya di bis/kereta. Enak toh gak usah bayar hotel” Saat itu Uchank langsung menolak mentah2 ide iseng gw tersebut. Dan tetap keukeuh buat nyari hotel di innet.

Hari2 terus berlalu, sampe kurang seminggu dari hari H, Uchank selaku EO bersabda. “Ma, kita udah dapet hotel di daerah Orchard. Tetapi setelah gw berdiskusi sama yg lain (Ela & Dini) sepertinya ide elo buat ke KL lebih menantang.” Buset deh…hihihi Gw siy seneng2 aja, sekalian bisa kopdaran sama Iya, ibu manager. Yang sebelumnya pengen nyambit gw di sin, tapi gak jadi karena satu & lain hal alias waktunya gak match.

Bagaimanakah perjalanan kami selanjutnya? Akankah kami ketinggalan pesawat? Bagaimana nasib kami di imigrasi? Dan apakah gw akan tetap terkoneksi melalui matrix & flexi ke Indonesia? Silahkan baca di postingan berikutnya…

KONFRESER KE BANDUNG (1 - 2 maret ‘08)

March 4th, 2008 by irmawidi

Sebelum memulai postingan sungkem dulu sama Bu Poppie….."Maaf Bu, kemaren ke Bandung tapi belum sempat mampir ke rumah ibu. Maklum aku harus jadi tour guide dari anak2 ini"

Setelah sebulan tertunda karena satu dan lain hal, maka anak2 konfrens gak jelas yg hobi ngobrol tiap hari ini memutuskan untuk pergi ke Bandung. Sebagai kunjungan balasan kepada anak2 Bandung yg sudah dateng ke Depok bulan Desember kemaren pas acara John Lennon.

Gak full team siy perginya, cuma gw, Leni, Dania & Tyo. Fajar gak bisa ikut karena Dewi sang isteri lagi menghitung hari buat melahirkan. Putri mesti menghadiri acara kawinan sahabatnya dan Henky katanya siy mau nyusul (karena mesti kerja dulu) tapi akhirnya dia membatalkan keikutsertaannya karena udah kesorean.

Rencananya gw, Dania & Leni mau berangkat bareng naik travel Cipaganti. Udah janjian jam 9 di LA (Lenteng Agung), tapi karena gw kena macet..hehehe…ndilalah gw ketinggalan. Pas di UI gw baru nge-cek HP, dan sudah ada 10 miskol dari 2 anak manis (Dantje & Lentje)…maap lupa nge-gedein ringtone HP. Dan pas gw telpon balik, mereka dah nyampe TJ Barat…oalah…..ya sutrah…mesti cari alternatif lain. Mau nunggu Cipaganti berikutnya yg ke MTC baru ada jam 11, kelamaan ah….akhirnya gw pilih naik bis aja (MGI) yg tiap jam berangkat plus bisa gw tunggu dari loketnya di depan st. Tanjung Barat. Sementara Tyo mau berangkat naik Baraya dari Blok M. (Walaupun dia pake acara bingung karena gak tahu lokasi bakmi GM Melawai tempat loket Baraya, yg padahal cuma seujung langkah dari kantornya di PLN Trunojoyo  *sigh*)

Singkat cerita, gw akhirnya nyampe di KFC depan komplek gw buat ketemu sama Leni, Dania & Adi (anak Bandung) yg udah duduk manis menunggu gw sambil mamam es krim…tapi dengan muka sedikit bete…maafkan akuuu…..huahahaha

Setelah menaruh tas dan shalat Dzuhur di rumah gw, kami pun bergegas menuju Dago tepatnya Dunkin Donat tempat Tyo menunggu kita (karena pool Baraya ada di sana, kita emang melarang dia buat nyamperin ke rumah gw. Secara Tyo suka lost direction alias nyasar…hehehe) Di jalan kita janjian sama Andra & Missy…wah Missy langsung girang banget ketemu sama tante Dania yg udah janji ngasih kado (Missy abis ultah minggu lalu).

Sesampai di Dunkin, kita celingak celinguk mencari Tyo…kemana siy anak itu?? Emaknya (Dania) langsung khawatir. Akhirnya…we found him!…lagi duduk di pojokan sambil baca majalah. Kalimat pertama dari Tyo saat berjumpa kita adalah.."Lama banget siy! Gw dah abis 1 cangkir kopi & 1 gelas ice chocolate plus 2 donat, ditambah 2 majalah dan 5 batang rokok.." Busyet dah nih anak!!

Karena semua (kecuali Tyo) sudah lapar, maka kita pun bergegas menuju resto Ampera di samping sekolah Pribadi (dulu bekas LIA). Langsung pesen makanan….nyam…nyam…Tak lama setelah kita makan, munculah teman2 konfreser asal Bandung lainnya Rina, Dimas, Shega & Joni (yg ogah2an dateng karena takut ditodong traktiran)

Rina, Dimas, Missy, Irma, Shega, Tyo, Leni, Dania & Adi

Yang ini sama mamanya Missy (Andra), Missy yg motrek.

Abis dari Ampera, kita berembuk. Mau ke mana lagi ya? Gw usul Karaoke, tapi gak ada yg berminat kecuali Joni….hehehe Akhirnya diputuskanlah bahwa kita mau tea-time aja alias ngemil2 sambil ngupi2. Tapi berhubung udah mau magrib, sebaiknya kita shalat magrib dulu. Dan diputuskanlah kita akan shalat di Mesjid Salman ITB.

Sambil menunggu adzan…foto2 dulu dong…hehehe

Selesai shalat kita pergi ke cafe Victoria, tapi sebelumnya ngelewatin MadTari…itu lho pejual roti bakar & internet yg uenak banget!!! sayang kita nggak mampir, karena emang gak bisa dipake duduk lama2 di sana. Secara banyak yg ngantri.

Di victoria gw pesen basotahu dan milktea (sumpah milkteanya gak enak!). Leni & Tyo pesen sandwich, Missy mamam mie goreng, Dania & Andra makan kue, Rina pesen minum aja.

Ternyata usut punya usut, mpok Lentje pengen banget nyobain madTari. Dan Rina langsung mendukung dengan semangat karena juga pengen beli. Gw siy akuur aja…hehehe…secara emang awalnya pengen banget makan di situ.

So..sementara yg lain ngobrol, kita bertiga (Gw, Leni & Rina) pergi ke Madtari buat beli roti bakar. Take away aja…..tapi ternyata sodara2…pas nyampe di sana Leni & Rina langsung menyesal setengah mati….hehehe…kenapa tadi gak makan di sini aja. Karena langsung ngeces ngeliat org2 yg makan di sana….hikz…(gw juga nyesel siy…)

Jam setengah sepuluh (kalo gak salah), kita pun membubarkan diri. Gw, Dania, Leni, Tyo & Adi menginap di rumah gw….di sana aman2 saja btw…Pinokio gak beraksi….hehehe. Cuma sempet keilangan kunci kamar mandi atas aja, yg ndilalah bisa ada di atas meja rias kamar BoNyok di bawah…*sigh*

Langsung bobok-kah kita? wah…tentu tidak…..langsung konfrens lagi di ruang tengah. Ngobrol sambil bercanda & cela2an…sampe gak kerasa udah jam setengah 2!!! buset dah…ayoo bobok!! besok masih ada tempat2 makan lain yg harus didatengin.

Jam 8 pagi pintu gw udah digedor2 sama Leni & Dania yg mau ngajak ke pasar kaget di depan komplek gw. Ya udah…..pergilah kita bertiga ke depan. Tyo & Adi masih asyik bobok, kita tinggalin. Dikunci dari luar pula…hehehe

Pasar kaget depan komplek gw ini mirip sama yg kayak di gasibu. Semua ada. Dari mulai makanan, kue2, mainan, baju, sandal, sepatu, sayur-mayur, hewan2 peliharaan….dsb. You name it, they have it…

Gw beli bolu manalagi buat oleh2, sama baju tidur snoopy…hehehe…Dania beli kaos 3, baju 3, mainan dll (sampe gak hapal gw), sementara mpok Lentje beli kacang Bogor 2,5 kg  …halah…hehehe. Abis itu Dania balik ke rumah naro belanjaan sekalian ngejemput tuh anak 2 yg gak bangun2. Sementara gw nemenin Leni makan lontong padang. Terus abis itu gantian Leni nemenin gw sarapan dim sum. Dan tak lama kemudian munculah Dania kembali ditemani 2 makhluk yg masih berwajah bantal. Dania & Adi pesen Dimsum, sementara Tyo pesen bubur dan jus alpuket (untuk mengingatkannya pada putri katanya hehehe…)

Setelah sarapan, kita pun siap2 mandi & dandan…mau ke Akung. Janjian ketemu Andra di sana. Di Akung gw pesen Yamin Baso plus ceker, Dania & Leni pesen porsi lengkap, Adi & Tyo pesen Baso tanpa ceker. Sementara Andra gak makan. Nemenin kita aja….Sayang es durennya lagi kosong.

Yang lucu, si mpok Lentje…langsung teriak terharu sampe bercucuran air mata *hiperbola mode ON* pas mamam potongan siomay di basonya…"Sumpaaah…enaaaaak bangeeeet siomaynya"  Huahaha…gw pun langsung ngakak…..

Sebelum bubar…foto2 lagi…hehehe

Andra & Missy memisahkan diri karena ada acara keluarga. Sementara kami menuju kartika sari buat beli oleh2. Karena katanya Leni, dia gak boleh pulang ke rumah kalo gak bawa Kartika Sari…ada2 aja!

Balik ke Jakarta, kita semua sendiri2 gak ada yg bareng. Leni naik Cipaganti ke Cempaka Mas, Gw naik Cipaganti ke LA, Dania naik yg ke Blora, sedangkan Tyo naik yg ke PI.

Senang banget week end kemaren…terima kasih banyak buat teman2 konfreser Bandung yg sudah menyambut kedatangan seleb2 Konfrens dari Jakarta ini…hehehe