Archive for July, 2006

All about my birthday

Friday, July 28th, 2006

Ultah lagi nih….Bersyukur pada Allah SWT yang masih memberi ‘jatah hidup’ padaku hingga hari ini. Alhamdulillah sudah diberi kesempatan lahir sebagai seorang muslim dan dikelilingi oleh hamba2 Allah yang taat (my parents & family, my relatives and of course my best friends). Sehingga gw ‘terjaga’ oleh lingkungan dari hal-hal yang buruk. Walaupun kadang-kadang suka belok-belok dikit…hihihi tapi syukur karena nggak sampai  U turn.

Sekarang ini gw mau cerita tentang Ultah dan kejadian2 menjelang hari H dimana diantara saat2 membahagiakan itu gw harus mengalami hal2 ‘buruk’ yang  berhubungan dengan perangkat elektronik. (nyambung gak ya dengan Ultah gw? Barangkali juga…wallahualam)

Pada H-1, terjadi trouble. HP gw yang sudah kehabisan baterai nggak bisa dicharge, padahal udah gw tes berkali-kali. Gawat dong, mana di rumah gw satu2nya pengguna handset Motorola ya hanya gw seorang. So, charger extra tak tersedia. Terpaksa gw malam2 pergi ke ITC mencari charger Motorola. Karena besok kan HP gw pasti harus kerja “extra” (hehehe….Ge er yah?). Ternyata nyari charger motorola syusahnya minta ampun. Akhirnya dapet, tapi nggak yang original. Murah sih….tapi gw sebetulnya nggak tega makai charger itu buat HP gw. Tapi apa boleh buat, daripada HP gw gak bisa nyala.

Keesokan harinya, bener aja HP gw harus kerja extra….hehehe terima kasih ya teman-teman. Selain via telepon, ucapan selamat juga gw terima lewat YM & FS. Dari kakak & adek gw, sepupu2, teman SMA, kuliah, bahkan teman2 ‘virtual’ yang hanya gw kenal lewat FS juga mengucapkan selamat. My Japanese Boss sempat ngeliat layar monitor computer gw yg dipenuhi oleh kemunculan tiba2 instant message YM. Tapi dia no comment, sadar kali ya kalo saat itu ultah gw…hehehe. Siangnya nraktir temen2 kantor makan siang, yang simple aja dan bisa di delivery. Sedangkan buat temen2 di kantor cabang Priok gw minta tolong adik gw tedi buat beliin makanan. Ternyata sama dia dibelin sate sama sop kambing, dasar! Itu mah seleranya si Tedi banget! Tapi mungkin emang cocok karena karyawan di sana emang cowok semua dan kayaknya kalo dibelin fast food kurang ‘nendang’ bagi perut mereka.

Pulang ke rumah, nyokap ternyata udah masak2 sedikit. Nasi kuning & teman2nya. Tapi gw Cuma makan bareng bertiga Nyokap, Bokap & gw. Soalnya kakak gw ada di bandung, adik gw si Tedi ‘breng’ belum pulang, dan adik gw yang paling kecil Dini ada di asrama Sekdilu. Mungkin baru week end nanti kita bisa makan2 bareng.

Yah…sudahlah….malam pun mulai beranjak larut. Seperti biasa sebelum tidur gw harus nonton TV, tapi pas asyik2nya nonton tiba2 layar TV gw mengkerut gitu. Pas gw ganti channel keadaan yang sama juga berlaku buat stasiun TV lain. Yah…..berarti TV gw rusak dong! Langsung aja gw teriak karena bete, (alamat imsomnia nih!) Adik gw langsung nyamperin ke kamar, ngeliat TV sambil ngomong “digetok-getok aja TVnya nanti juga bener sendiri” Gw  getok2 tuh TV tapi nggak berhasil, tetep aja gambarnya jelek. Terus adek gw bilang lagi. “Sekarang udah jamannya Flat TV. Ganti aja TV loe! Di Carrefour, Giant dll tuh TV murah2 banget lagi”

Emang ada benernya juga, tapi gw sayang banget sama TV gw. Dulu TV ini didapat sama Bokap gw sebagai “door prize” pas ikutan turnamen golf. Dan bersama TV ini juga gw menyaksikan pergantian presiden2 RI mulai dari Pak Harto dulu sampe pelantikan SBY (kebayang kan betapa tuanya TV gw!). Soalnya gw lebih PW nonton TV di kamar ketimbang nonton di ruang tengah, karena enak, nggak mesti berjibaku rebutan channel….hehehe

Hikmah dari cerita ini mungkin adalah jangan terlalu ‘cinta’ deh sama benda2 duniawi. Dulu gw sayang banget sama kijang biruku, nggak tahunya lenyap juga digondol maling. Kalo kata nyokap, benda2 itu juga ada umurnya…jadi Innalillahi wa Innailaihi Roji’un….Tapi kayaknya TV gw mau dibawa aja dulu ke tukang servis, daripada dibesituakan.

Pesta Telah Usai

Monday, July 10th, 2006

World cup sudah berakhir, berakhir sudah malam2 menjelang subuh yang dihabiskan dengan nonton bola dengan ‘jatuh bangun’ alias suka ketiduran terus kebangun lagi. Dan dilanjutkan dengan mengantuk seharian di kantor, kecuali week end tentunya yang berarti habis nonton terus shalat subuh, dan selanjutnya bisa tidur sampai siang hehehe….. Gw mungkin akan segera kangen dengan masa-masa itu, karena sekarang agak2 boring dengan liga2 sepakbola Eropa. Jadi nggak terlalu intens kayak dulu kalo nonton liga. Dan kayaknya akan kembali menonton    F-1 yang belakangan ini agak tersisih karena sibuk nonton bola. (walaupun sekarang F-1 juga udah bikin boring) Tapi lumayanlah buat variasi tontonan.

Babak final yang diikuti oleh kedua tim favorit gw ternyata berlangsung kurang seru. (emang biasanya pertandingan final kayak gitu kali ya, udah anti klimaks) Hingga harus diakhiri dengan adu penalti. Apalagi yang membuat hatiku ‘hancur’ adalah kartu merah buat Zizou, hiks…..emang bisa dimaklumi kalo dia dapet kartu merah akibat ‘menanduk’ Materazzi’ tapi Zidane melakukan itu pasti ada sebabnya. Tadi pagi sih gw baca di kompas katanya Materazzi memprovokasi dengan ngatain sesuatu tentang ibunya Zidane lalu ada juga berita yang nulis kalo Zizou dikatain teroris. Yang jelas pasti perkataan Materazzi adalah sesuatu yang menyakitkan buat Zizou.

Ya sudahlah….itu adalah penampilan terakhir Zidane dan tetap gw akan mengenangnya sebagai seorang pemain besar, inspirator bagi teman-teman satu timnya. Hingga wajarlah kalo dia dianugerahi penghargaan bola emas sebagai pemain terbaik. Semoga menjadi kado indah di akhir karier gemilang Zizou.

Begitu juga dengan para pemain Italia, mungkin beberapa diantara mereka tidak akan bisa kita saksikan aksinya pada musim ini karena klubnya mendapat hukuman hingga terancam didegradasi. Entahlah kalau mereka nanti mendapat amnesti. Seperti judul di atas……Pesta telah usai….buat gw (sebagai penonton) buat Zizou…(hiks….) juga buat sang pemenang Italia…yang kembali harus bergelut dengan skandal pengaturan skor di negerinya.

Final Ideal

Friday, July 7th, 2006

World udah memasuki babak final sekarang, nggak perlu deg-degan lagi karena kedua tim yang masuk final adalah jagoan gw. So siapapun yang menang, aku tetap akan bergembira.

Tentang perebutan tempat ketiga, semoga yang menang Jerman. Secara dia adalah negara tuan rumah, yaaa….itung-itung hadiah hiburan. Mereka kan sudah sukses menjadi tuan rumah yang baik. Dan selama bermain mereka termasuk tim yang ‘fair play’. Hampir tak pernah melakukan tackling keras, nggak pernah dapat kartu merah dan juga gak pernah melakukan diving demi sebuah tendangan pinalti. Nggak kayak si Portugal, walaupun mereka bermain relatif baik tapi tetap aja bikin orang sebel. Para pemain gemar melakukan tackling keras, memprovokasi lawan sampai ‘percobaan’ diving yang gagal (pada babak semi final). Korban-korban mereka saja sudah berjatuhan, Belanda & Inggris contohnya. Untung perancis berkat kematangan para pemainnya berhasil lolos dari jebakan provokasi & diving portugal. Hihihi sukurin deh Cristiano Ronaldo nangis pas pertandingan selesai, emang enak! kalah!

Di atas kertas (berdasarkan jumlah gol masuk & kebobolan) Italia berada di atas Perancis. Secara dia belum pernah kebobolan kecuali dari gol bunuh diri, dan lebih produktif dalam mencetak gol. Tapi melihat performa Perancis saat ini, dia juga patut diunggulkan. Terutama penampilan Zizou yang kian mengkilap di usia ’senja’ hehehe….rata2 pemain Perancis memang udah berumur sih. But I still love them!

Sekedar catatan tentang para tim yang kalah, sedih tentu saja. Tapi yang paling memprihatinkan adalah ulah suporter Brazil yang marah dan mengata-ngatai para pemain Brazil. Sungguh memprihatinkan, berarti bagus deh mereka kalah. Kalau nggak kan suporter mereka tambah besar kepala. Siapa juga yang mau kalah, para pemain udah latihan mati-matian, masuk camp latihan dan ninggalin keluarga. Semuanya juga pengen menang. Tapi kan dari 32 peserta final world cup 2006, hanya akan ada satu pemenang. Yang berarti 31 lainnya bakalan tersingkir. So, terima aja kekalahan itu dengan lapang dada. Sedih sih….pasti sedih but itu kan cuma permainan! Contoh dong para supoter negara lain (misalnya Jerman) yang tetap bersorak mengelu-elukan pemain negaranya walaupun sudah kalah. Mereka kan udah berjuang sekuat tenaga, jatuh bangun saat berlaga. Bahkan sampai ada yang cedera berat (kayak Michael Owen) demi bertanding membela negaranya. Jadi jangan cuma lihat hasil akhirnya dong, tapi lihat juga prosesnya. (Tapi kalo memaki pihak ‘musuh’ sih terserah…..hehehe)

Oke deh….enjoy the final!!

Kado Ultah buat Polri

Wednesday, July 5th, 2006

Setiap tanggal 1 Juli diperingati sebagi hari Bhayangkara alias ultahnya Kepolisian Republik Indonesia, itu sudah wajib untuk dihapalkan sejak kita TK (soalnya kan gw dulu TKnya di TK Bhayangkari). Dan peringatan  Ultah Polri tahun ini sepertinya berlangsung cukup sederhana, salah satu ‘bentuk’ perayaannya adalah iklan layanan masyarakat yang ’sedikit’ nyentil polisi juga menampilkan Kapolri & Wakapolri.

Beberapa hari setelah perayaan ultah itu, tepatnya hari rabu (5 Juli) kemarin gw baca di halaman depan kompas (kolomnya lumayan kecil, kalah sama berita piala dunia). Berita yang cukup menghebohkan (bagi gw), yaitu kasus "Sengkon & Karta" jilid 2. Dimana seorang anak bernama Budi dituduh membunuh ayah kandungnya sendiri (namanya Ali Harta). Bahkan sempat ditahan selama 6 bulan hingga akhirnya dibebaskan oleh pengadilan tingkat pertama dikarenakan tidak cukup bukti. Walaupun telah dibebaskan, stigma sebagai seorang ‘father killer’ tetap melekat erat pada diri Budi. Sampai akhirnya pelaku sebenarnya tertangkap, seorang buruh bangunan yang ternyata pernah bekerja di rumah keluarga mendiang Ali Harta. Allah memang Maha Adil, bayangkan saja kalau pelaku sebenarnya tidak tertangkap. Budi akan terus hidup dengan stigma tersebut di atas.

Yang mengherankan gw, adalah ulah oknum polisi yang bertindak sebagi penyidik kasus tersebut. Kok tega-teganya ya membuat rekayasa. Menahan anggota keluarga korban (Budi & ibunya), serta memaksa Budi menandatangi BAP yang menyatakan dia sebagai pelaku sembari mengancam akan menahan sang ibu bila Budi menolak, padahal saat itu ibunya perlu menjalani operasi  (akibat terkena pukulan si pelaku) yang apabila tidak segera dilakukan bisa mengakibatkan kematian atau menyebabkan ibunya menjadi gila (seperti ditulis di kompas). Seorang anak yang baik bila dihadapkan pada keadaan seperti itu pasti akan dengan sukarela menyerahkan dirinya sebagai martir bagi ibundanya. Itulah pula yang dilakukan Budi sehingga ia mau menandatangani BAP. Kemudian demi melancarkan rekayasa tersebut sang oknum polisi sampai ‘rela’ menyuap ningsih sang pembantu (50 ribu doang sih!) dan dipaksa untuk bersaksi kalau dia melihat Budi tengah menyeret jasad ayahnya sesaat setelah pembunuhan terjadi. Belakangan Ningsih mengembalikan uang tersebut karena merasa bersalah dan mencabut kesaksiannya.

Terus gw baca di kompas juga, adik Budi yang bernama Romy sempet mendengar oknum2 penyidik itu ngobrol,"Waktu itu yang orang Jepang aja kena 10 juta, kalau mereka itu paling enggak harus 20 juta. Kalau nggak mau bayar masukin aja semua!" Kalau diambil kesimpulan, sepertinya mereka memang tengah mengobrolin kasusnya Ali Harta. Membaca itu gw jadi bergidik, gila gak sih! mereka (keluarga Ali Harta) adalah korban. Kehilangan sosok ayah sudah cukup mengguncang keluarga itu, masih ditambah dengan dituduh sebagai pelakunya, Sungguh tega! Sehingga timbul pertanyaan, apakah karena mereka warga keturunan? (maaf bukannya rasis, tapi ini mungkin menjadi salah satu dasar bagi oknum polri tersebut untuk melakukan pemerasan). Karena warga keturunan tionghoa biasanya dianggap tajir & banyak uang.

Dulu waktu dibangku kuliah, pada mata pelajaran hukum pidana ada istilah "Lebih baik melepaskan 1000 orang pejahat daripada memenjarakan 1 orang yang tidak bersalah" (ada bahasa latinnya, tapi gw lupa…hehehe). Jadi fatal sekali peristiwa di atas bagi dunia hukum kita. Untung saja majelis hakim pada pengadilan tingkat pertama cukup bijaksana dan teliti.

Semoga Polri segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum-oknum polisi yang sudah ‘merekayasa’ kasus itu. Karena itu sudah mencoreng institusi kepolisian, yang tengah membenahi diri dan citra untuk menjadi lebih baik. Karena gw yakin masih ada ribuan polisi baik hati di luar sana, yang bekerja siang malam tanpa mengenal lelah untuk mewujudkan semboyan mereka untuk "melindungi dan melayani". Jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga. Dan kasus-kasus seperti ini semoga tidak terulang lagi. Amien…..

By the way…..Happy Birthday Polri!!!

Anyone but ………

Sunday, July 2nd, 2006

Hiks…hiks…hiks Inggris kalah, sedih banget nih gw! Kalo kalahnya langsung sih, mungkin gw masih bisa menerima. Tapi karena adu penalti itu lho yang menyesakkan, mana lawannya si Portugal ble’e itu lagi. Masih terngiang-ngiang kejadian Euro 2004, eeee…malah terulang lagi. Emang dasar apes! Pas tahu algojo Inggris yang pertama adalah Frank Lampard, gw langsung lemes. Karena selama piala dunia ini, Frank Lampard selalu ’sial’ hingga tak pernah mencetak gol. Walaupun dia selalu bekerja keras untuk itu. Padahal di EPL Frank Lampard sangat berjaya. Begitu juga my Gerard, gagal di adu penalti. Padahal telah timbul secercah harapan buat Inggris saat Petit (kalo gak salah, abis gw gak hapal pemain portugal) gagal memasukkan bola ke gawang Inggris. Tapi kesempatan itu tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para pemain Inggris.

Tapi kalo dipikir-pikir, sikap wasit juga kayaknya agak berat sebelah. Selain kejadian Rooney yang sebelumnya dianggap ‘talisman’ tapi nggak tahunya malah bawa sial itu, mendapat kartu merah karena terprovokasi oleh si Ronaldo. (Nggak tahu deh gw gimana nanti nasib Cristiano Ronaldo selanjutnya di liga Premier, Soalnya para hooligan tampaknya udah benci banget sama dia). Juga mestinya pelanggaran yang dialami oleh Lennon di daerah penalti Portugal mestinya mendapat hadiah penalti. Tapi wasitnya malah cuek bebek gitu. Apakah mungkin ada ‘konspirasi’? Alkisah dulu di world cup 2002, ada bisik2 kalo Italia nggak boleh masuk final. Karena Adidas sang sponsor, mau Frank Molina wasit ngetop asal Italia yang memimpin partai final. Soalnya Molina adalah model iklan Adidas. Makanya saat pertandingan Italia-Korsel, wasitnya suka memberi keputusan yang merugikan tim Italia. Yang pada puncaknya ‘menganugerahi’ Totti kartu merah! Tapi Wallahualam deh soal kebenarannya. Lagian kayaknya Inggris juga nggak punya wasit yang sengetop Molina.

Terlepas dari itu semua, gw bersyukur banget dengan kemenangan Italia dan juga Perancis (note:buat Andra, do’a kita berhasil nih! hehehe) Setidaknya masih ada tim2 kesayangan gw yang melaju ke babak semifinal. Semoga mereka entar bisa ketemu di Final (walaupun entar gw pasti bingung mau bela yang mana…hehehe) Pokoknya bagi gw siapa pun yang menang asyik-asyik aja. Even Jerman sekalipun! (walaupun gw gak begitu ngefans sama tim ini) Pokoknya asal jangan Portugal yang menang, abis gw eneg banget sama Scolari!!!!! Semoga Zidane dkk bisa mengalahkan mereka di semi final Amien……..