Trip to Japan
Monday, October 30th, 2006Liburan lebaran lumayan panjang nih….mau ke mana ya? Kebetulan adik gw Dini dapat kesempatan magang di KBRI Tokyo, kesempatan dong buat nyusul ke sana hehehe… (emang ogah rugi)
Sempat maju mundur, jadi apa enggak berangkat. Soalnya setelah dihitung-hitung lumayan juga ongkosnya…hiks. Apalagi karena ini liburan pribadi alias tidak melibatkan Bokap gw sebagai Donatur liburan sebagaimana biasanya, maka segala urusan tetek bengek harus kutanggung sendiri. So, ketika akhirnya gw putuskan buat berangkat semuanya menjadi sangat mepet karena liburan lebaran sudah menanti. Pertama, memperpanjang paspor yg sudah expired. Ternyata sekarang sudah nggak bisa 1 hari selesai seperti dahulu kala. Tapi minimal 2 hari, itu pun sudah super kilat. Karena katanya harus mendapat approve langsung dari Dirjen Imigrasi..ckckck padahal udah sebegitunya masih ada aja ya koruptor yg dengan suksesnya melarikan diri ke luar negeri.
Kedua mengurus visa….ini baru ribet. Gw minta tolong sama agen, yaitu travel langganan kantor gw. Sudah 2 hari berkas2 dipegang mereka baru hari rabu mereka telpon bilang bahwa ada peraturan baru di kedubes Jepang yg membuat mereka nggak bisa mengurus visa gw, jadi yang bersangkutan harus mengurus visa sendiri. Lha…gimana ini? Ya sutralah sudah terlanjur basah…pergilah gw ke kedubes Jepang di Thamrin. Setelah melewati screening yg cukup ketat, akhirnya berhasil juga masuk ke ruangan permohonan visa. Ambil nomer antrian dan menunggu….lumayan lama 1 jam-an gitu. Ketika akhirnya tiba giliran gw dipanggil, dan gw masukan berkas di loket. Petugasnya memeriksa dengan teliti seraya berkata, "Berkasnya saya terima. Tunggu kabarnya diterima atau tidak tanggal 23 hari senin"….Busyet bukannya hari senin digosipkan kemungkinan akan lebaran? Pas gw sedikit protes, dengan kalemnya petugas itu mengulang pernyataannya. Ahhh…sudahlah…mentok2nya kalo emang jadi lebaran berarti keberangkatan gw diundur. Jadi semua persiapan seperti booking tiket & tukar menukar uang gw pending aja dulu. Daripada gw udah siap2 tapi visa gw ditolak kan bete tuh!
Cerita tentang visa masih terus berlanjut, pas adik gw nanya gimana visanya dapet apa enggak. Gw jawab…fifty-fifty (hihihi….kayak kuis super milyader 3 M aja). Dia bilang bossnya yg baik hati (kepala Konsuler KBRI) menawarkan bantuan. Beliau akan mengirimkan fax ke Kepala Konsulat Japan Embassy di Jakarta yang isinya bersedia sebagai sponsor bagi diriku selama di Jepang…..wah tawaran yang baik sekali dan tentu saja gw sambut dengan sukacita.
Hari senin memang akhirnya lebaran, secara gw sekeluarga adalah simpatisan Muhammadiyah sejak dahulu kala (Alm Datuk gw adalah seorang aktivis Muhammadiyah) jadi kita memang lebih percaya pada penghitungan hisab daripada melihat hilal. Walaupun untungnya pemerintah menetapkan jatuh pada hari Selasa, yg berarti kedubes Jepang akan tetap buka pada hari Senin…
Hari senin siang sehabis merayakan lebaran (dianterin BoNyok & Kakak gw) gw pergi ke kedubes Jepang. Ternyata visa gw diterima (pastilah….kepala konsuler campur tangan gitu lho!), cuma bingung belum punya tiket. Mana hari sudah beranjak sore, besok lebaran (versi pemerintah) so…semua travel sudah pada tutup. Akhirnya bokap minta tolong tetangga gw yang kerja di sebuah travel ternama, dan ternyata tetangga gw itu dalam 10 menit bisa mendapatkan tiket garuda dan bahkan bisa menyuruh anak buahnya yg sudah pulang buat balik ke kantor guna meng-issued tiket gw….asyik juga…sebuah travel gede yg udah tutup dibuka lagi khusus buat gw…hehehe
hari Selasa tanggal 24 gw siap2 berangkat. Cuma bingung nih belum punya uang yen….dollar pun cuma punya USD200 itu pun punya nyokap. Walaupun aku cinta Rupiah, tapi kan mata uangku tercinta itu selalu ditolak diluar negeri…hiks. Akhirnya gambling aja, karena di airport kan banyak money changer. Gw bawalah lembaran2 rupiah ku itu ke airport. Tapi karena nyampe airportnya udah malem (jam 21.30 soalnya pesawat gw take off jam 23.40), sudah tutuplah semua money changer. Walaupun akhirnya di terminal D (padahal gw berangkat lewat terminal F) gw bisa menukar rupiah di bank buana yang masih buka. Itu pun dengan USD, karena mereka tidak punya yen. Yah….lumayanlah, walaupun gw tetap dag dig dug. Bayangkan mau ke Tokyo tapi tak membawa uang 1 yen pun! Meski adik gw janji mau jemput di Narita. Tapi tetap saja perasaan gw tidak tenang. Bagaimana nasib gw selanjutnya?…..
Bersambung…..