Archive for December, 2006

INTERNET EMERGENCY

Friday, December 29th, 2006

Senangnya bisa nulis blog lagi, secara sejak hari rabu internet di Indonesia bermasalah. Gara2 gempa bumi berkekuatan 7,1 pada skala reichter yang mengguncang Taiwan. Waktu hari rabu siang mau connect ke yahoo messenger tapi kok selalu gagal ya? tapi karena merasa itu (mungkin) hal biasa, karena ISP di sini emang kadang2 suka ‘down’ jadi gw cuek aja. Tapi setelah outlook express ikut2an error, terus sama sekali gak bisa buka internet explorer wah…..mulai berpikir pasti ada masalah nih…(walaupun sempet curiga, jangan2 orang finance gw menunggak bayar speedy, jadi koneksi internet kita diputus sama telkom…hihihi) Sampai akhirnya Arry salah seorang teman gw di kantor browsing ke detik.com dan menemukan berita kalau koneksi internet ke luar negeri di beberapa negara (termasuk Indonesia) terputus total gara2 serat optik bawah laut yang ada di Taiwan rusak akibat gempa bumi tersebut. Bahkan di akhir berita tersebut ditambahkan kalo internet Indonesia akan terganggu selama 1-3 bulan ke depan…..glek

Malam harinya di running text metrotv, gw baca kalo dirjen postel memanggil semua ISP guna mambahas situasi yang disebut sebagai keadaan ‘INTERNET EMERGENCY’ ini. Hiy….berarti parah banget ya! Dan mereka membahas mengenai rencana penggunaan satelit sebagai alternatif pengganti serat optik bawah laut (Padahal selama ini gw nyangka internet di Indonesia itu pake satelit lho..??) biar enggak usah bergantung sama negara lain. Dan intinya mereka akan bergerak cepat untuk mencari solusi dari masalah ini. (Terbukti walaupun belum pulih benar, saat ini internet di Indo sudah mulai recovery)

Hari Kamisnya iseng2 buka Friendster….berhasil…walapun lemot banget! Sampe bikin kepala gw ‘cenut-cenut’ saking gak sabarnya (darah tinggi kumat…hihihi) tapi masuk yahoo sama sekali gak bisa. Hari Jumatnya juga sama, bisa masuk FS tapi teteup…lemot…dan gak bisa nulis blog. Sutralah….toh kemaren gw sibuk. Sampai akhirnya pagi ini, sabtu terakhir di tahun 2006 ini karena libur dan males ke luar rumah, jadi iseng2 connect ke telkomnet instant (memanfaatkan fasilitas week end net Rp100/menit yang akan berakhir besok 31 Des…hiks) Eh…tenyata bisa connect ke YM & nulis blog.

Sekarang baru disadari betapa gw merindukan YM…hihihi, dimana gw setiap hari bisa ngobrol sama adik gw Dini di Tokyo secara gratis, bahkan sering juga kita confrence bareng Nanan adik sepupu gw yang lagi ada di Holland. Memang dunia menjadi borderless, tapi saat ‘kenikmatan’ itu sedikit diambil sama Allah SWT baru deh kita merasakan nikmat yang selama ini dianggap biasa-biasa aja, maksudnya rutin aja gitu (memang fitrah manusia baru bisa merasakan nikmat setelah kehilangan nikmat tersebut). Walaupun begitu gw bersyukur juga gempa bumi di Taiwan tidak sampai menimbulkan tsunami laut (walaupun menimbulkan tsunami cyber) sehingga gak menumbulkan banyak korban jiwa kayak di Aceh. Hal itu juga membuka mata gw, kalau kita ternyata selama ini ‘bergantung’ sama Taiwan. Padahal kita sama sekali tidak punya hubungan diplomatik sama mereka. Seperti gw baca di paspor diplomatik adik gw, Paspor ini berlaku di seluruh dunia kecuali Israel & Taiwan. Padahal ternyata kita butuh juga ya sama Taiwan. Tapi semoga hal yang sama tidak berlaku deh buat negara yang satunya lagi itu….amit-amit!!

PERAYAAN NATIONAL DAY

Monday, December 25th, 2006

Tanggal 23 Desember adalah hari libur “National Day”  bagi rakyat Jepang. Karena pada hari tersebut Kaisar Jepang saat ini, Akihito berulang tahun. Bukannya sok kejepang-jepangan ya kalau gw kali ini turut merayakan hari tersebut. Tetapi karena kebetulan mendapat undangan buat menghadiri perayaan hari nasional yang diadakan oleh masyarakat Jepang di Jakarta, yang berlangsung di

Nikko

hotel. Kebetulan pula walaupun bertepatan dengan long week end keluarga gw gak pergi ke luar

kota

karena banyak ‘acara’ di

Jakarta

(baca:Menghadiri kawinan, pengajian dll) maka undangan perayaan tersebut dapat kami hadiri (Gw plus Bonyok). Btw, undangannya sendiri kami peroleh dari Mr.Suzuki my Japanese Boss.

Acaranya berlangsung sore hari. Kami tiba di

Nikko

hotel jam 5.30 sore. Sebelum masuk ‘check in’ dulu sama panitia penerima tamu. Dan langsung disambut juga sama Mr. Suzuki yang (ternyata) adalah salah satu panitia acara tersebut (pantesan tumben2an kok ‘setengah’ memaksa buat datang ke acara itu hehehe…).Padahal keluarga gw siy sebetulnya kalo ada undangan makan juga tak pernah menolak…hihihi. Panitianya  langsung ngajak gw ngomong bahasa Jepang (mungkin dikira orang Jepang) tapi karena gw langsung nyengir kuda, mereka lantas tahu bahwa dirikyu tak bisa berbahasa jepun dan akhirnya ngajak ngomong pake bahasa

Indonesia

(dengan lancar pula)

231206_1749_1 Salah satu acara penting saat itu adalah membuat kue mochi. Yang ditumbuk pake wooden mortar yang langsung diimpor dari Jepang. Bukannya sok tahu, tapi antara dirikyu dan wooden mortar (sebangsa lesunglah kalo di kampung) yang dipakai untuk acara itu memang ada ‘hubungan’ khusus yg tak terlupakan….hihihi

Alkisah…setahun yang lalu (pada bulan November 2005) wooden mortar tersebut dikirim dari

Tokyo

ke

Jakarta

dengan ‘mencatut’ nama gw sebagai penerima. Adapun benda tersebut dikirim sebagai ‘hadiah’ buat dirikyu (dengan harapan dari si penerima sesungguhnya, agar tak perlu membayar bea masuk). Walaupun gw saat itu sedikit bete, tapi sudahlah….toh yang penting si pengirim & si penerima memakai jasa kantor gw buat ngurusin pengirimannya. Masalah pun akhirnya timbul setelah barangnya tiba dan dokumen2nya diperiksa oleh bea cukai. Pihak Tokyo mencantumkan harga sesungguhnya dari si wooden mortar yang memang cukup mahal. Padahal untuk barang hadiah yang bebas bea masuk maksimal harganya adalah USD50. Walhasil bea masuk harus dibayar…sekitar 3 atau 5 jt-an (gw agak2 lupa). Betenya lagi, si penerima ngotot gak mau bayar, dengan alasan itu

kan

hadiah….Wuuuhhhh…sebel!!! Akhirnya gw dan Indri (Import Dept. di kantor) pergi ke Tanjung Priok buat menyelesaikan permasalahan ini. Setelah pergi ke

sana

ke mari, naik turun tangga, belum lagi panasnya udara Tanjung Priok yang benar2 menyiksa (apalagi saat itu Indri tengah hamil muda, bikin gw rada2 khawatir karena kita bolak balik naik tangga di kantor2 bea cukai). Menjelang sore, kita pun balik ke Mampang dengan hasil nihil…..intinya tetap harus bayar bea masuk!!!

Akhirnya, si penerima pun menyerah dan mau membayar bea masuknya….Ffiuuhh….dan sabtu kemaren itulah untuk pertamakalinya gw ‘bertemu’ dengan sang wooden mortar hehehe…sayang Indri gak ikutan buat ngeliat ulekan yang nyusahin kita itu!!

Pada acara itu semua orang dikasih kesempatan buat ikutan menumbuk nasi ketan sebagai bahan dasar pembuat kue mochi, gw tentu saja tak melewatkan kesempatan itu….ternyata berat euy!!! Padahal kalo ngeliat yang lain kayaknya enteng banget. Sayang pas giliran gw numbuk nggak sempet difoto, sebagai gantinya….saya persembahkan foto Mr.Suzuki yang lagi numbuk dengan semangat bushido hehehe…(btw, dosq nggak baca blog ini

kan

?)

231206_1817_1 231206_1818_1

Sebelum acara ditutup, diadakan pengundian door prize. Hebatnya, dari 3 kupon yang gw pegang…semuanya menang…hahaha…..sampe malu hati!! Kayaknya gw memang sering menang door prize (lucky me), tapi kenapa giliran undian2 berhadiah gede yang diselengarain sama bank2 itu gw tak pernah menang????Hiks…..

Cold Stone Ice Cream

Friday, December 15th, 2006

Hari Sabtu gini ke kantor (dalam rangka janjian mau nengokin temen yang baru melahirkan) gak ada kerjaan…hihihi ya udah deh nulis blog aja. Walaupun bingung….lagi gak punya inspirasi

Waktu jalan2 di Grandberry mall ada sebuah gerai yang rame banget pengunjungnya. Ternyata setelah diselidiki gerai tersebut adalah Cold Stone Ice Cream. Ngantrinya rame sampe belok2 gitu, mirip kayak orang2 yang ngantri J.co. Sebelumnya salah seorang senior adikku di kantor (Meidy) yang merekomendasikan kami untuk mengunjungi mall ini memang udah ngasih tahu juga, kalo di sini ada ice cream enak yang namanya cold stone, tapi ngantri….ngeliat ngantri gitu jadi hilang selera, males banget deh! apalagi waktu itu udah malam banget. Takut keabisan kereta, secara grandberry mall itu ada di luar kota Tokyo. Naik kereta aja mesti ngelewatin lebih dari 20 stasiun, dengan waktu tempuh lebih dari 1 jam….glek.

Pada suatu minggu sore yang lain, kami sedang berjalan-jalan di minato mirai - Yokohama. Di mallnya yang keren…(ups…namanya lupa) secara di Tokyo susah menemukan mall yang bagus, yang banyak tuh Departemen Store kayak Seibu, Takashimaya dan sejenisnya (dakyu sebagai pecinta mall sempat kecewa berat!!) bahkan kata ibu2 KBRI mall Bintaro lebih keren daripada mall2 di Tokyo…gubraks Walaupun ada Venus Port di Daiba atau di Kawasaki?? (yang ini cuma katanya karena nggak sempat mampir ke Kawasaki). Kami bertemu lagi dengan gerai cold stone ice cream ini. Kali ini nekat buat ngantri abis penasaran….hihihi

Dsc01757 Lumayan juga ngantrinya 30 menit. Kubiarkan adik gw yg ngantri secara dia bisa nanya2 sama petugasnya pake bahasa Jepang. Kalo gw kan nanti agak2 susah kalo diajak ngomong Jepang (tepatnya bukan agak2 tapi sangat susah….hehehe) Cara bikin ice creamnya diambil beberapa scoop (sesuai pesanan) seperti biasa di gerai ice cream umumnya. Terus ice creamnya ditaro di atas talenan dari batu (cold stone-nya) terus diaduk (kayak ngaduk tepanyaki) sambil dicampur toping. Hasilnya….lumayan berantakan kan? tapi rasanya…eemmmm yummy!!! Lebih creamy dari ice cream terkenal asal Jerman dengan insial HD…hihihi. Harganya lumayan, yang paling murah 1 scoop seharga 400 yen (kira2 32 rebu) sampai yang paling mahal lebih dari 1000 yen. Toppingnya macem2, yang standar cokelat, vanila, kopi, tapi banyak juga yang campurannya memakai unsur pisang. Padahal gw alergi makan pisang, bisa langsung sakit maag akut!! Walhasil kita nyobaiin yang pake campuran brownies dan kacang almond.

Emang bener ya…gak dimana-mana kalo makanan enak, orang2 rela antri demi mendapatkannya. Hehehe….

Dsc01756 

GONE WITH THE WIND ………. (Almost….hehehe)

Friday, December 8th, 2006

Tak terasa sudah 12 hari dirikyu menjejakkan kaki di negeri sakura, sudah gempor kaki gw jalan kaki & naik kereta ke mana-mana (Abis kalo jalan tanpa Dini, gak berani deh naik bis secara semua penunjuk arah & tujuan bis tertulis dalam huruf kanji ataupun katakana or hiragana…hiks)  Membayangkan ‘nikmat’nya naik ojeg (walaupun kalau di Indo hampir tidak pernah naik ojeg, karena takut naik motor) supaya nggak harus berjalan kaki seperti membayangkan sebuah kemewahan (hiperbola….hihihi). Naik taxi?…ogah! mahal banget!!  Walaupun sempat ditawarin sama adik gw, boleh kayaknya kalo mau minjem mobil KBRI tapi harus nyetir sendiri, wah….no teng kyu deh! kalo ditilang salah2 entar malah gw dideportasi….!! Mobilnya siy punya ‘kekebalan’ diplomatik, lha dakyu…hanya seorang pemegang paspor hijau (baca:rakyat jelata) bukan paspor hitam seperti para diplomat dan gak punya sim internasional pula. Soalnya pernah ngelihat adegan tilang menilang secara live show di jalan by Japanese Police, lumayan serem kayak nangkap penjahat kelas kakap, diteriakin pake toa terus disalip sama mobil polisi sehingga dipaksa berhenti. Sampe gw sempet pengen tiarap takut ada acara tembak-tembakan saking hebohnya (maklum kebiasaan nonton patroli or buser yang polisinya suka pasang ‘aksi’ hehehe…) Abis sampe 2 mobil gitu ngejarnya! Eh nggak tahunya si pengemudi ditilang ‘cuma’ karena lampu remnya mati 1. Gile banget deh!!

Sebetulnya di week end terakhir gw di Jepang ada long week end, alias libur dari Jumat (berhubung ada perayaan ultah kaisar Meiji pada tgl 3 Nov) sampai minggu. Dari Jakarta gw sudah merancang selama libur itu mau ngajak adik gw ke nagoya, kyoto & Osaka. Tapi apa daya, ternyata hari Sabtunya ada acara ASEAN FAMILY Day yang wajib diikuti oleh semua staff KBRI, gagal maninglah semua ‘angan2′ku untuk ke luar kota….huhuhu…Karena adik gw WAJIB ikut itu acara (dan gw pun akhirnya ikut juga bergabung).

Gw udah pasrah deh, gak jadi ke universal studios di osaka. Tapi adik gw akhirnya memberikan 2 alternatif. Pergi sendiri ke Osaka tanpa nginep (pulang hari) atau nunggu week end depan lagi kalo mau pergi bareng2 dia dengan ginep, yang berarti gw harus memperpanjang visa. Karena visa gw akan habis pada tanggal 9 Nov. Setelah melalui proses pemikiran yang cukup mendalam…hihihi… akhirnya dakyu memberanikan diri memilih option yang pertama. Walaupun diiringi protes dari bokap gw yang berulang kali menelpon buat melarang gw pergi sendiri. Karena Osaka cukup jauh dari Tokyo, kira2 kayak Jakarta - Jogja. Tapi kalau naik Shinkansen cuma perlu 2 jam 40 menit, sedangkan kalo naik kereta biasa perlu 6-8 jam saja.

7 November 2006

Jam 5.30 pagi gw udah mandi, siap2 mau berangkat. Adik gw udah wanti2 pesan jangan sampe telat (dia yang udah sibuk ngebangunin gw dari subuh). Gw juga takut  kalo sampe ketinggalan shinkansen, tiketnya mahal banget bow….bisa pingsan gw kalo sampe ketinggalan. Harga tiket Shinkansen tokyo-osaka bolak balik sama dengan one way tiket Jakarta-tokyo.

Jam 7.00 gw sudah duduk manis di peron shinagawa eki, menunggu Shinkansen Nozomi - Hakata yang akan ‘menjemput’ gw pada pukul 7.19. Gw excited banget, maklum orang ‘ndeso, belum pernah naik bullet train seumur hidup…hehehe. Jam 7.18 shinkansen gw muncul. Semua penumpang naik, dan tepat jam 7.19 pintu keretanya menutup dan keretanya langsung jalan. Benar2 on time…..glek…untuk gw gak telat!

Dsc01945 Enak banget ternyata naik shinkansen serasa naik pesawat tapi nggak terbang-terbang…hehehe….per-nya sama sekali nggak kerasa. Tapi niat gw memandang gunung fuji yang akan dilewati dalam perjalanan ini, gagal total. Karena saat itu masih pagi banget, jadi gunungnya masih diselimuti kabut. Hiks…Akhirnya gw ketiduran, maklum semaleman tidur dalam rasa was-was gara-gara takut kesiangan. Sampai pada jam 9.30 kereta berhenti dan kita sudah sampai di Nagoya….hiks hanya bisa memandang dari balik kaca jendela. Begitu juga pas ngelewatin Kyoto….Kapan2 deh mampir ke sana kalau ada rejeki lagi buat ke Jepang…amien…

Sampai di Shin-osaka, gw langsung mencari petugas stasiun. Minta dikasih tahu cara menuju universal city. Petugasnya ternyata nggak bisa bahasa Inggris, tak kurang akal, segera gw keluarkan bolpen & kertas (yg emang udah gw siapkan sebagai langkah antisipasi). Maka dia nulis, gate 8 – Osaka – ( Osaka loop line ) – universal city. Ya sudah gw dengan pedenya pergi menuju gate 8. Naik kereta menuju Osaka eki, dari sana nyambung naik Osaka loop line. Ternyata oh ternyata…si petugas lupa memberitahu, bahwa gw harus ganti 1 kereta lagi buat nyampe ke universal city setelah naik Osaka loop line itu (tidak ada pengumuman dalam bahasa Inggris di kereta setiap mau berhenti seperti di Tokyo) Walhasil aku nyasar…hehehe. Setelah curiga, kok jauh ya…padahal katanya deket tuh dari Osaka eki ke universal city akhirnya gw turun aja di Taisho-eki.

Taisho-eki kecil sekali, hampir tak ada orang di sana. Untung saja ada seorang cewek yang mau berangkat kerja (tampak dari dandanannya), cantik banget mirip sama Rika Akana di Tokyo Love Story, kira2 bisa nih buat nanya-nanya. Dia pun berkata, “You missed the station. Let’s go together, I’ll show you where U should change train. I forgot the name of the station but I remember the place. There’s train with many cartoon characters there, U take that train to go to Universal city.” Wah…ternyata bener kan gw nyasar!! Kita pun berbasa-basi, tukeran kartu nama, namanya Kumiko Kondo, Phd. Dosen Bisnis administrasi di Ritsumeikan University (universitas yg lumayan ngetop di Japan). Pantesan Inggrisnya bagus sekali, dan pas gw bilang gw dari Indonesia, dia juga langsung tahu. Nggak pake nanya “Bali?” seperti biasanya dilakukan orang2. Sayang kita nggak sempat foto bareng.

Akhirnya dirikyu menjejakkan diri juga di Universal City station, stasiunnya kecil, paling hanya segede stasiun UI. Tidak ada tanda2 keramaian, sehingga gw sempet khawatir jangan2 nyasar lagi. Setelah memberikan tiket kepada petugas stasiun, dakyu pun keluar dengan riang gembira. Tapi apa yang terjadi? Baru selangkah berada diluar stasiun, sebuah kekuatan mendorong gw dengan kencangnya ke arah berlawanan dengan langkahnya gw, hingga akhirnya dirikyu ‘terdampar’ hingga menabrak tembok di belakang gw (untung ada tembok, kalo nggak pasti gw udah nyungsep di rel kereta). Setelah berhasil mengatasi rasa kaget, baru kusadari bahwa dirikyu baru saja ‘ditiup’ oleh angin yang lumayan kencang. Bayangkan saja, dirikyu yang cukup besar (baca: 57 Kg) sampai bisa didorong angin hingga radius 10 meter!! Maluu…banget karena dilihatin sama orang-orang. Tapi untungnya badan gw gak terbentur terlalu keras ke tembok. Sehingga masih baik2 saja….Alhamdulillah…mungkin kalo pasang ancang2 dulu sebelum melangkah, hal ini tak akan terjadi.

Dsc01938 Akhirnya gw berdiri aja di balik tiang, menunggu angin reda. Tapi udah 10 menit kok anginnya gak berhenti2. Sempet hopeless, tapi kalo sampe batal ke universal kan sayang banget. Udah di depan mata gitu lho! Akhirnya gw membulatkan tekat untuk ‘melawan’ angin. Akhirnya gw pasang ancang2 berlari ke bangunan terdekat, begitu terus, silang menyilang. Percis kayak adegan tembak-tembakan di film….hehehe sampe akhirnya berhasil juga nyampe ke gerbang universal studios…ffiiiuuuhhhh….disana anginnya gak sekenceng yang di stasiun….tapi…bbbbrrrrrr…dingin banget! Dakyu salah kostum, kurang tebel bajunya! (Cuma pake T-shirt tangan pendek, T-shirt tangan panjang plus jaket jeans. Soalnya kalau di Tokyo itu sudah cukup memadai) Sehingga kalau ada istilah dingin sampai menusuk tulang, kalau yang gw rasakan saat itu adalah dingin yang sampai MEMBACOK tulang. Padahal matahari bersinar sangat cerah, tapi anginnya itu yang dingin banget!

Universal studios lumayan asyik, sedikit beda sama Disneyland yang menyediakan mainan buat semua usia. Kalo di sini kayaknya lebih ditujukan buat usia abg ke atas….walaupun ada juga siy mainan anak2nya. Dan besarnya juga nggak segede Disneyland, paling hanya setengahnya. Walaupun harga tiketnya gak jauh beda…hehehe pertama-tama masuk ke ET adventure, kita ditanyain namanya satu2. Sempet bingung buat apa, ternyata diakhir pertualangan nama kita dipanggil satu2….sayonara Irma…huahahaha…ada-ada aja!

Dsc01931 Yang sedikit bikin sedih adalah saat di wahana “back to the future”, jadi inget sama Michael J. Fox. Soalnya malam sebelumnya sempet nonton wawancara dia di acara E! Tonight (walaupun didubbing pake bahasa Jepang), penyakit Parkinson yang diderita oleh Michael J. Fox sudah bertambah parah. Karena ‘goyangan’ badannya udah dasyat banget, sampe wartawan yangmewawancarainya aja sempet menitikkan air mata melihat penderitaannya. Semoga Parkinson cepat ditemukan obatnya…Amien….

Dsc01925_7 Saatnya makan siang, seperti biasa susah deh cari makanan non-pork. Tapi akhirnya gw ketemu sama resto yang nyediain Pizza Tuna, fried Chicken dan sama sekali tidak menyediakan menu pork, namanya Amity landing restaurant. Makanlah dakyu di situ….nggak terlalu nendang. Tapi lumayanlah daripada harus ke luar dulu dari universal studios buat ke Universal City Walk yang ada McDnya (Fillet O Fish kagak ada matinye…..hihihi).

Dsc01932 Repotnya jalan2 sendirian, harus selalu ‘tebal’ muka buat minta tolong foto sama orang2 lewat….atau juga moto diri sendiri, walaupun hasilnya kadang2 suka aneh, hehehe….kurang bagus. Abis minta difotoin orang juga kadang2 suka goyang. Tapi lumayanlah daripada enggak.

Berjalan mengelilingi Universal studios sebetulnya sangat menyenangkan. Tapi gw sedikit kurang menikmati karena memang dinginnya itu nggak kira2. Bahkan sempat pas turun dari Jurasic Park ride saking dinginnya karena kena air kedua telapak tangan gw sampe mati rasa. Busyet….sempat panik. Tapi setelah gw gosok2 keduanya perlahan-lahan rasa itu kembali ada….hehehe

Jam 7.00 pm semua wahana pun tutup, gw segera menuju toko souvenir yang paling gede (deket pintu masuk) mau beli oleh-oleh. Sempat panik karena T-shirt pink yang gw sudah incer buat Dini (yang sempet gw lihat di salah satu toko souvenir) ternyata nggak ada di sana. Tanpa menghiraukan rasa dingin berlarilah gw ke dalam mencari toko souvenir lain yang masih buka. Ternyata hasilnya nihil….hiks…akhirnya dengan pasrah kembali ke toko yang pertama. Dan dengan napas yang masih ngos2 an gw minta tolong sama pramuniaga di sana. Setelah selesai mendengarkan deskripsi gw tentang barang yang dimaksud, si mbak pun berkata, “You wait here. I’ll get it For U,” dia pun masuk ke dalam (mungkin ke gudang) dan kembali 5 menit kemudian dengan T-shirt yang dimaksud. Untung saja….soalnya T-shirtnya emang lucu banget! Domo arigato onesan!

Jam 12.15 malam gw sudah sampai ke annex building, ngebel pintu. Dibukain sama Dini yang menyambut gw sambil berkata,”Alhamdulillahirobbilalamin……selamet juga elo kak”…hehehe plus disambung dengan perkataan, “Cepetan telepon ke rumah. Papa & mama nggak bisa tidur mikirin takut elo nyasar!” Langsung deh gw nelpon ke rumah ngasih kabar kalau gw baik2 saja soalnya di Indo kan masih jam 10.15(yang cerita nyasar tadi gw pending dulu. Nanti aja nyeritainnya kalo udah nyampe rumah….hehehe). Pas adik gw buka isi kantong belanjaan gw dia berteriak kaget,”Jauh2 ke Osaka Cuma beli beginian doang!” Memang gw cuma beli T-shirt Universal studios buat Dini, T-shirt hard Rock café Osaka buat gw, 5 buah pensil plus 2 biji bolpen. Abis kan gw emang gak doyan belanja! Hehehe……ya maap!

POLIGAMI

Wednesday, December 6th, 2006

Belakangan ini media massa tengah disemarakkan oleh pemberitaan Aa Gym yang menikah lagi, wah….meni heboh pisan! Ibu2 & wanita2 seantero Indonesia (sebagian Bapak2nya juga sih) menghujat, kecewa, sedih, marah atau malah mendukung? (kalo ada yang masuk kategori terakhir ini, mungkin tergolong makhluk langka). Sedangkan dirikyu sendiri waktu mendengar berita ini cuma berkomentar kaget, "Ih…nggak asyik!" Maksudnya, selama ini keluarga Aa Gym yang MONOGAMI dari luar tampak seperti keluarga yang sakinah mawadah warohmah, jadi bisa dikategorikan "ASYIK" menurut versi gw…..hehehe. That simple…..!!

Apa alasan seorang pria melakukan poligami? banyak yang bilang untuk mengikuti sunnah Rassul…..tapi apakah mereka sudah berkaca sebelum mengatakan hal itu? Who do they think they are, sehingga merasa pantas ‘mensejajarkan diri’ dengan Rasulullah SAW? Maaf ya kalau bahasan gw ini dianggap kurang tepat, secara dakyu bukanlah seorang Mujtahid dan sama sekali tidak berhak untuk ber-Ijtihad.

Dulu pas mata kuliah Hukum Islam, diajarkan bahwa asas perkawinan islam adalah MONOGAMI terbuka (berdasarkan Surrah Annissa ayat 3). Tapi begitulah manusia, kalo baca ayat nggak pernah sampe tuntas. Sehingga tidak dapat menangkap makna indah bahasa Allah SWT. Monogami dalam Islam itu dapat menjadi terbuka, alias dimungkinkan melakukan poligami dengan persyaratan-persyaratan yang Maha berat.

Allah SWT Maha Tahu & Maha Bijaksana, kita manusia tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Salah satu syarat poligami adalah harus bersikap adil. Adil??…siapakah di dunia ini manusia yang bisa bersikap adil? Maka Allah menyarankan monogami bagi umatnya, karena Allah tahu umatnya akan susah untuk bersikap adil.

Kalau bagi gw pribadi, poligami ataupun juga perceraian adalah sebuah ‘emergency exit’. Seperti bila kita berada di dalam sebuah gedung ataupun saat naik pesawat, kalau tidak ada keadaan darurat yang memaksa, kita tidak perlu keluar lewat ‘emergency exit’ bukan? Karena gw juga tidak anti poligami secara itu dihalalkan oleh Allah SWT, tapi gw sebel dengan pelaku poligami yang berlindung di bawah payung agama buat membenarkan tingkah laku mereka. Bukannya mendua ya…..tapi bila alasan mereka melakukan poligami adalah untuk mengikuti sunnah Rasul, sebaiknya mereka mencari alasan lain aja yang lebih bermutu. Seperti…"untuk menghidari perzinahan" nah….itu lebih baik….jujur begitu. Karena tidak jarang ada orang yang shalatnya bolong2, puasanya blang blentong, tapi giliran poligami wuihhh…..nomer 1. Padahal mah….beresin aja dulu ibadah wajibnya, baru urusin ‘ibadah’ sunnah.

Karena bila murni ingin mengikuti Sunnah rasul, mungkin tidak akan ada yang berpoligami lagi di muka bumi ini. Rasulullah melakukan poligami karena perintah langsung dari Allah, untuk melindungi janda2 dari para sahabat yang gugur secara syahid di Medan perang. Jadi yang dinikahinya itu janda-janda ya….bukan gadis-gadis atau pun janda-janda muda seperti yang marak belakangan ini dilakukan oleh para lelaki di Indonesia.

Poligami yang baru saja dilakukan oleh Aa Gym ternyata juga mengusik Presiden SBY. Karena beliau mendapat banyak SMS dari rakyat (mayoritas ibu-ibu tentunya) yang memprotes atau sekedar berkeluh kesah tentang poligami. SBY pun kemarin sengaja mengundang Men-UPW dan Dirjen Bimas Islam untuk membahas poligami, yang pada akhirnya memutuskan untuk membuat sebuah peraturan baru yang akan lebih membatasi orang2 untuk melakukan poligami. Efektifkah? Gak janji ya….kita lihat saja nanti.

HACHIKO

Sunday, December 3rd, 2006

858631312lSedikit oleh-oleh, ada cerita yang cukup mengharukan dari Tokyo. Ini true story lho (semoga Uchank gak nangis ya kalo baca ini….hehehe). Kisah ini cukup melegenda, pernah dibahas di komik detektif conan kalo nggak salah. Jadi buat yang udah pernah tahu…ya maap!

Alkisah pada tahun 1920-an (sori kalo salah tahunnya, soalnya agak lupa2) hiduplah seorang profesor yang tinggal sebatang kara dan hanya ditemani oleh seekor anjingnya yang setia bernama Hachiko. Setiap hari jika ingin berangkat mengajar ke Universitas, sang profesor naik kereta api dari shibuya eki dengan diantar oleh Hachiko. Dan pada sore harinya Hachiko sudah siap menunggu sang profesor di stasiun, menunggu profesor pulang kerja dan menyambutnya dengan gembira saat melihat profesor turun dari kereta dan mereka pun pulang ke rumah bersama. Begitulah rutinitas yang mereka jalani tiap hari.

Hingga suatu hari, saat tengah berada di tempat kerja. Sang Profesor mendadak sakit dan tidak dapat tertolong hingga akhirnya meninggal dunia. Karena ia tidak memiliki sanak saudara, maka pihak universitaslah yang mengurus dan memakamkan jenazahnya. Sore harinya, Hachiko (yang tidak mengetahui tuannya sudah meninggal) tetap dengan setia menunggu di shibuya eki. Terus menunggu….sampai kereta terakhir lewat dan sang profesor yang di nanti tak kunjung muncul, Hachiko pun dengan sedih pulang ke rumah…. Hal itu terus berlangsung setiap hari…..Hachiko dengan setia menanti setiap sore di shibuya eki…menunggu dan menunggu……berharap sewaktu-waktu sang profesor akan muncul…hiks…..hingga 7 tahun pun berlalu dan Hachiko pun akhirnya mati.

Setelah kematian Hachiko, penduduk sekitar shibuya eki yang menjadi saksi dan terkesan dengan kesetian Hachiko pada sang profesor lantas membuatkan patung Hachiko dari perunggu untuk mengenang anjing setia itu (dan tentu saja dirikyu tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto dengannya….hehehe).

Demikianlah….jika kebetulan mampir di tokyo dan pengen ngelihat patung hachiko,  naik saja kereta dan turun di shibuya eki, carilah ‘Hachiko’ exit. Nah…di sanalah patung hachiko berada, juga ada diorama hachiko yang dibuat di tembok yang menggambarkan keseharian hachiko. Sekian dulu ya kisahnya tentang hachiko…….